Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

TIDAK ADA ORANG ASING

Efesus 2:19-20

“Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.”

Pernahkah saudara merasa sepi di tengah keramaian? Mungkin diantara kita pernah merasakan hal demikian. Tidak ada perhatian. Tidak ada kebersamaan. Merasa asing, bahkan di tengah lingkungan atau komunitas sendiri. Itulah gambaran dunia saat ini. 

Dalam teks hari ini Paulus menunjukkan kesamaan dan kebersamaan seluruh orang percaya. 

Konteks bacaan kita ini Paulus sedang membahas tentang tembok kultural yang membentang antara bangsa Yahudi dan bangsa lain. Halangan rasial ini sempat mempengaruhi hubungan di antara orang percaya. Apakah yang non-Yahudi harus disunat dan dituntut menaati Hukum Taurat? Apakah aturan halal – haram atau tahir – najis versi Yahudi perlu dipertahankan dan diberlakukan pada semua orang percaya? 

Paulus memulai dengan membangun sebuah teologi bahwa melalui karya penebusan Kristus, semua orang percaya – tidak peduli latar belakang etnis mereka – dipersatukan dan memperoleh jalan masuk yang sama kepada Allah yang benar. Mereka menjadi kawan sewarga, anggota kelurga Allah, dan Yesuslah sebagai batu penjurunya. 

Artinya saudara, saat ini kita diajak untuk hadir ditengah keberagaman yang ada. Baik ditengah keluarga dan persekutuan. Bahkan kita mampu mewujudkannya dalam kehidupan bermasyarakat. Ada kebersamaan dan kepedulian satu dengan yang lain, tidak ada lagi tembok pemisah. Sehingga jikalau hal ini terjadi tidak ada lagi orang yang merasa asing dan sepi di tengah keramaian karena masih ada kita yang hadir bagi mereka dan memperhatikan mereka. Selamat berjuang. Tuhan Yesus memberkati, Amin.

Tinggalkan Balasan