Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

TERBENTUR UNTUK TERBENTUK

Yeremia 18:4
“apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya”

Jika kita melihat tukang periuk dalam membuat bejana, kita tahu bahwa ia punya rencana dan rancangan apa yang akan dilakukan pada tanah liat yang ada di tangannya. Ia dapat mengubah sebongkah tanah menjadi bentuk karya yang indah. Namun, satu yang pasti, dalam prosesnya tidak pasti sekali jadi. Ada kalanya bejana yang dibuat oleh tukang periuk tersebut hancur, jelek, gagal, mleyot, penyok dan lain sebagainya.

Tuhan memberikan metafora tukang periuk atas kuasa tangannya kepada Yeremia, sedangkan umat Israel sebagai tanah liat. Umat Israel dapat mengalami kehancuran, kerusakan, namun dengan harapan “semakin terbentuk/diperbaharui”.

Ada berbagai tahapan yang memang harus dilalui agar bejana terbentuk sesuai dengan keinginan tukang periuk (bejana yang indah/berkualitas/bernilai), meskipun harus melalui tahap kegagalan, kehancuran, benturan, dll. Sama halnya dengan kita, terkadang dalam hidup kita berjumpa dengan masalah, pergumulan, benturan, konflik dll. Peristiwa-peristiwa tersebutlah yang pada akhirnya akan membentuk kita menjadi seperti apa yang Tuhan inginkan. Kiranya kita tidak putus asa dalam menjalani hidup, sebab sehancur apapun kita, Tuhan masih “memakai/ (ngalap) ” kita untuk dibentuk menjadi bernilai dan tidak dibuang.
Kiranya Tuhan menguatkan kita menjalani proses benturan-benturan hingga kita terbentuk menjadi seperti apa yang Tuhan inginkan.
Berkah dalem

Tinggalkan Balasan