Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

SYUKUR TANPA TAPI

Kamis, 6 Juli 2023
1 Tesalonika 5 : 18
_Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu_

Ada seekor burung gagak yang merasa sangat tidak puas dengan hidupnya.  Suatu hari dia melihat seekor angsa berbulu putih bersih. Dia membandingkan dengan dirinya lalu menghampiri angsa itu dan berkata, “Kamu pasti burung yang paling bahagia di dunia. Kamu putih bersih dan sangat cantik. Semua orang pasti menyukaimu.” Si angsa menjawab, “Saya kira begitu, tapi ketika saya melihat burung kakatua yang memiliki dua warna, saya pikir burung kakatua adalah burung yang paling bahagia di dunia ini.” Lalu si gagak mendekati burung kakatua dan mengatakan hal yang sama. Kakatua menjawab, “Saya kira burung merak yang paling bahagia, bulunya sangat indah dan berwarna-warni.” Burung gagak itu kemudian menemui burung merak dan berkata, “Merak, kamu sangat cantik. Saya pikir kamu adalah burung yang paling bahagia di dunia ini.” Sang merak berkata dengan sedih, “Saya kira begitu. Tetapi justru karena keindahan ini, saya terjebak di dalam sangkar. Saya ingin sekali bisa pergi ke mana-mana dengan bebas. Saya justru iri padamu, gagak. Kamu bisa bebas bepergian ke mana-mana.”

Sebagai manusia, kita seringkali membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Akibatnya kita selalu merasa kurang, tidak puas dengan keadaan kita. Kita selalu berpikir keadaan orang lain lebih baik daripada kita. Lebih bahagia, lebih ganteng, lebih cantik, lebih kaya, lebih pintar, lebih sukses, lebih hebat, lebih beruntung, dan lain sebagainya.

Surat Tesalonika mengingatkan : *Mengucap syukurlah dalam segala hal*. Bukan hanya dalam keadaan yang baik, nyaman, dan enak saja bersyukur. Tetapi dalam *segala hal*, berarti termasuk dalam kekurangan dan kesedihan. *SYUKUR TANPA TAPI*, karena Tuhan menciptakan manusia secara luar biasa dan adil, punya kelebihan dan kekurangan. Tidak ada seorang pun yang sempurna. Jika kita hanya memusatkan perhatian pada kekurangan yang kita miliki, itu berarti kita tidak mensyukuri kasih karunia Tuhan. Jadi, bersyukurlah dalam segala hal. *Syukur tanpa tapi. Bukan bahagia yang membuat kita bersyukur, tetapi bersyukur yang membuat kita bahagia.* Amin.

Selamat bersyukur
Tuhan memberkati

Tinggalkan Balasan