HARAP MAKLUM
Selasa, 4 Juli 2023
Roma 6 : 1 – 2
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
“Harap maklum, saya kan manusia biasa.” Ungkapan ini sering terdengar pada saat seseorang melakukan kesalahan atau dosa dan berharap orang lain/ Tuhan memaklumi dan menganggap hal itu sebagai sebuah kewajaran. Bolehkah kita menjadikan kelemahan kita sebagai alasan untuk terus berbuat dosa? Ketika kita masih berdosa, Tuhan sudah memberikan kasih karuniaNya kepada kita. Jadi bolehkah dosa yang kita perbuat semakin besar supaya semakin bertambah kasih karunia Tuhan bagi kita? Beginikah kita memanfaatkan ajaran ini? *TIDAK*.
Dengan jelas Rasul Paulus mengatakan : sekali-kali tidak. Itu namanya penyalahgunaan kasih karunia. *Memang, kita adalah manusia yang tidak sempurna dan bisa berbuat salah. Tapi bukan berarti dosa/kesalahan dianggap sebagai kewajaran yang dibiarkan begitu saja tanpa ada usaha untuk perbaikan diri.* Kita mesti terus melatih diri menjadi lebih baik lagi karena Tuhan telah memberikan keselamatan kepada kita melalui kematian dan kebangkitan-Nya dan membawa kita ke dalam hidup baru : hidup bagi Allah, bukan hidup dalam dosa.
Mari kita belajar menjadi pengikut Kristus yang lebih baik. Nggakpapa sekali-sekali nggak ibadah kan masih bisa ibadah minggu depan; nggakpapa nggak doa malam, harap maklum kan saya seharian kerja jadi capek; nggakpapa bohong dikit wajarlah, maklum, dll, ungkapan-ungkapan itu sebenarnya hanyalah pembelaan kita untuk tidak mau disalahkan karena tidak setia pada perintah Tuhan. Menggunakan kelemahan dan keadaan kita untuk menjadi kambing hitam atas dosa yang kita lakukan. Hari ini Rasul Paulus mengingatkan kita untuk terus belajar untuk hidup yang lebih baik setiap waktu. Mengapa? Karena kita telah ditebus melalui kematian dan kebangkitan Kristus. *Tidak ada permakluman sedikit pun untuk dosa.* Amin.
Tuhan memberkati





