Setia Beserta
Kamis, 5 November 2020
Yesaya 46: 4 Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.
Ada seseorang yang bermimpi sedang berjalan menyisir pantai bersama Tuhan. Sambil berjalan, kisah-kisah kehidupannya terhampar di belakang, seperti diputar kembali. Ia menoleh dan memperhatikan setiap kisah dengan saksama dan menemukan jejak dua pasang kaki di pasir. Sepasang jejak miliknya dan sepasang jejak milik Tuhan.
Tetapi ketika memperhatikan potongan-potongan kisah itu, ia menemukan hanya ada sepasang jejak kaki justru ketika dia mengalami pergumulan yang berat. Berkali-kali ia memperhatikan dengan saksama, berharap dia melihat dua pasang jejak, tapi hasilnya tetap sama, ia hanya melihat sepasang jejak. Hal ini membuat ia sangat kecewa. Iapun bertanya bercampur protes kepada Tuhan : “Tuhan, di mana Engkau? Bukankah Engkau berjanji bila aku memutuskan untuk mengikuti Engkau,
Engkau akan berjalan bersamaku di sepanjang hidupku? Tapi dari tadi berulang kali aku memperhatikan, bahwa justru ketika aku sedang dalam pergumulan dan berbeban berat, di sana hanya ada sepasang jejak kaki saja. Aku sungguh tidak mengerti, mengapa pada waktu aku sangat membutuhkan Engkau, justru Engkau meninggalkanku?”
Sambil tersenyum Tuhan menjawab: “AnakKu, kamu sangat berharga bagiKu. Aku sangat mengasihimu dan Aku tidak meninggalkanmu.
Pada waktu kamu dalam bahaya dan dalam pergumulan yang berat, kamu hanya melihat sepasang jejak kaki saja,
karena pada waktu itu Aku menggendongmu. Sepasang jejak kaki yang kamu lihat adalah milikKu, karena kamu sedang kugendong.”
Setiap orang tentu memiliki pergumulan hidup. Dan tidak jarang ketika kita sedang bergumul, kita menjadi gelisah dan bertanya-tanya : Di mana Tuhan? Mengapa Tuhan tidak menolongku? Berbagai pertanyaan menyibukkan pikiran kita hingga kita lupa akan janji penyertaan Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita. Yesaya 46:⁶ 4 dan juga ilustrasi jejak tadi mengingatkan kita kembali bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sedetikpun. Jadu, jangan pernah merasa sendirian, karena Tuhan setia beserta kita, bahkan Ia rela menggendong kita. Ia sudah melakukannya dan akan terus melakukannya.
Selamat berjalan bersama Tuhan
Selamat merasakan gendongannya
Tuhan memberkati.





