Mencari atau Mengabaikan?
Lukas 10:3-7
“Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”
Semua orang pernah merasakan pengalaman kehilangan. Kehilangan sangat berdampak dalam emosional seseorang. Seberapa dekat orang itu memiliki dan mencintai orang atau barang tersebut, sejauh itu pula rasa sakit yang menimpanya ketika yang ia miliki hilang. Orang akan mengalami sakit dan depresi yang luar biasa ketika kehilangan orang yang sangat ia cintai. Tetapi mungkin saja ia akan merasa biasa saja ketika kehilangan barang yang tidak punya arti apa-apa. Tergantung seberapa penting dan berharganya orang atau barang tersebut, itu yang menentukan kita untuk mencari atau mengabaikannya.
Dalam bacaan kita Yesus menggambarkan begitu berharganya setiap manusia dihadapan-Nya. Oleh karena berharganya manusia dan cinta kasihNya yang besar, maka Tuhan senantiasa mencari manusia untuk dikasihi dan diselamatkan-Nya. Ia teramat sedih ketika kehilangan satu dari domba-Nya. Maka, gembiralah Ia ketika Sang Gembala dapat menemukan kembali domba-Nya yang hilang. Ia memeluknya, meletakkan tangan dibahunya dan membawanya pulang. Artinya bahwa Allah sungguh menyambutnya dengan sukacita ketika yang berdosa telah bertobat. Ia tidak membiarkannya pergi dan hilang.
Seharusnya kitapun demikian, ketika tahu ada saudara kita yang melakukan kesalahan bukan membiarkannya tetapi mencarinya supaya ia kembali lagi. Artinya kita harus membenci dosa tetapi tetap mengasihi orang yang berdosa. Bukan mengucilkannya apalagi menolaknya. Tetapi rengkuhlah ia, carilah dan terimalah ia kembali. Karena kita semua sungguh berharga bagi Tuhan.
Mencarinya bukan mengabaikannya.
Tuhan Yesus meberkati. Amin.





