Seperti Anak Kecil
Kamis, 1 Oktober 2020
Matius 18:1-5
Ibu : “Ayo kakak minta maaf ke adik, kakak sudah merusak mainan adik!”
Kakak : “Ya, bu.”
“Dik, maafin kakak ya, kakak nggak hati-hati, jadi mainan adik rusak. Kakak janji bakal lebih hati-hati.”
Adik : “Iya, kak. Adik udah maafin kok.”
Ini adalah percakapan sederhana yang indah antara seorang ibu dengan kedua anaknya tentang maaf-memaafkan. Mungkin ketika kita masih kecil, kita juga pernah mengalaminya. Ketika melakukan kesalahan, kita tidak segan-segan untuk meminta maaf dan berusaha untuk tidak mengulangi lagi.
Ironi, ketika kita dewasa, meminta maaf menjadi sesuatu yang mahal dan sulit untuk dilakukan. Ketika melakukan kesalahan, kita gengsi untuk meminta maaf, kita lebih sering mencari alasan untuk membenarkan diri sehingga tidak perlu untuk meminta maaf. Begitupun dengan hubungan kita dan Tuhan, sering kali tutur kata, fikiran, dan perilaku kita tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Alih-alih memohon ampun dan bertobat, kita justru sering mencari alasan pembenaran diri. Berulang kali kita diingatkan melalui Firman Tuhan ataupun orang lain, namun tetap merasa benar.
Pada awal Bulan Keluarga ini kita diajak untuk belajar dari sosok anak kecil, sosok yang sering diremehkan pendapat dan tindakannya. Namun dalam kepolosannya, mereka bersedia menyadari kesalahan dan meminta maaf. Ketika diingatkan oleh orang tua, dengan tidak segan mereka mematuhinya. Demikian hendaknya hubungan kita dengan Tuhan, bacaan kita hari ini mengingatkan kita tentang pertobatan, menyadari kesalahan yang telah dilakukan, memohon ampun kepada Tuhan, dan berusaha untuk tidak mengulangi. Ketika sikap kita tidak seturut kehendakNya, kita tidak mengeraskan hati tapi dengan penuh kesadaran bertobat di hadapan Tuhan.
Selamat memasuki Bulan Keluarga
Selamat merawat cinta kasih dalam keluarga
Tetap jaga kesehatan jiwa raga
Tuhan memberkati





