Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

SENTUHAN TUHAN NYATA

Selasa, 16 April 2024
Lukas 24 : 37 – 39
Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.”

Tuhan seringkali menyentuh kita dengan kasihNya yang nyata. Seperti kisah ketika Tuhan Yesus menampakkan diri di depan murid-muridNya menurut kesaksian Injil Lukas yang menceritakan bahwa para murid terkejut dan mengira yang datang ke tengah-tengah mereka adalah hantu. Tuhan Yesus berusaha untuk menyadarkan dan menyentuh para murid menggunakan cara berfikir mereka supaya mereka nyata tersentuh dan tersadarkan. Dengan konsep hantu yang sedang difikirkan para murid, Tuhan Yesus membuktikan bahwa diriNya terluka, ada daging, dan tulang, sedangkan hantu tidak memilikinya. Sentuhan yang sederhana ini membuktikan bahwa yang hadir di tengah-tengah mereka adalah benar-benar  Tuhan Yesus yang mati disalibkan dan bangkit.

Ada sebuah lirik pujian yang sering kita pujikan berbunyi :
… Bapa sentuh hatiku, ubah hidupku menjadi yang baru …
Ya, Tuhan selalu hadir memberikan sentuhan kasihNya dalam hidup kita melalui hal-hal yang nyata dan dekat dengan hidup kita. Mengapa? Supaya kita benar-benar bisa mengalami sendiri, dan pengalaman ini mengubahkan kita menjadi pribadi yang baru, yang semakin berkenan bagi Tuhan. Tuhan hadir melalui hembusan angin yang menerpa wajah kita. Tuhan hadir menyentuh kita melalui pepohonan hijau yang menyejukkan. Tuhan hadir melalui suara ayam berkokok, dan masih banyak lagi. Semua itu membuktikan kalau Ia tidak membiarkan kita sendirian. Ia selalu ada dalam setiap detik kehidupan kita. Jadi, mari rasakan sentuhan lembut Tuhan yang nyata hadir melalui berbagai hal yang dekat dengan kehidupan kita. Amin.
Tuhan memberkati

Tinggalkan Balasan