Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Saling Mengasihi

Yohanes 13:34-35

“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

Bagi setiap umat Kristen, hal saling mengasihi merupakan hal yang amat familier. Tentu saja demikian , karena ungkapan tersebut merupakan perintah Tuhan Yesus secara langsung kepada murid-muridNya yang juga kepada umat Tuhan. Namun kenyataannya banyak orang Kristen yang mengalami kesulitan untuk menerapkannya. 

Sudah berkali-kali Yesus mengajar murid-muridNya tentang kasih, tetapi mereka belum bisa membuat hati Tuhan Yesus senang, sehingga hati Tuhan Yesus sangat sedih ketika melihat murid-muridNya bertengkar memperebutkan tentang, “siapakah yang terbesar diantara mereka.”

Melihat kenyataan seperti itu maka Tuhan Yesus ingin mengajar mereka dengan cara yang tepat. Segera IA menanggalkan jubahNya, lalu mengambil sehelai kain lenan, dan mengikatkannya pada pinggangNya, lalu dituangkannya air pada sebuah basi dan segera membasuh kaki murid-murid lalu menyekanya dengan kain lenan yang terikat pada pinggangNya. Dengan rasa malu dan heran murid-murid mengulurkan kakinya masing-masing untuk dibasuh Tuhan Yesus.  Disini Tuhan Yesus memberikan teladan tentang kerendahan hati, IA rela melayani murid-muridNya sebagai pelayan agar mereka kelak dapat meneladani apa yang telah dilakukan gurunya. Dia memberi suatu perintah kepada murid-muridNya, agar mereka hidup saling mengasihi, sama serti Dia telah mengasihi mereka tanpa memikirkan kepentingan Diri sendiri, penuh pengorbanan dan penuh pengertian. Itulah perintah baru yang diberikan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya untuk dilakukan.

Hal ini juga menjadi perjuangan kita sebagai orang kristen yang percaya kepada Yesus Kristus untuk senantiasa hidup di dalam kasih. Kita berjuang untuk tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, dengan rela berkorban, melayani, bahkan hidup dalam pengertian bersama-sama dengan yang lain. Maka dari situlah kita mampu mewujudkan hidup dalam kasih. Hidup dalam kasih tidak hanya sekedar slogan belaka, tetapi mari kita wujudkan dalam kehidupan nyata. Selamat berbagi kasih. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan