Salahkah Menjadi Kaya?
Matius 19:23-30
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Ayat 23-24)
Salahkah menjadi orang kaya?
Tentu tidak! Banyak dari kita ingin menjadi orang kaya. Tetapi setelah membaca bacaan ini, banyak yang menafsirkan kalau menjadi kaya itu tidak baik atau sesuatu yang salah bahkan sukar untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Tetapi benarkah yang dimaksud Yesus hanya sebatas itu?
Teks ini tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa semua orang kaya pasti tidak akan masuk kerajaan Sorga. Sehingga banyak orang menyangka bahwa menjadi kaya adalah dosa di hadapan Tuhan. Pemahaman seperti ini tidaklah benar. Jika memperhatikan ayat sebelumnya, kita akan dengan mudah memahami pernyataan Tuhan Yesus. Ketika Yesus meminta orang muda yang kaya untuk menjual hartanya, maka ia pergi dengan sedih, karena banyak hartanya (ay.22). Apa artinya? Rupanya si kaya ini terlalu terikat pada kekayaannya dan menjadikan kekayaan sebagai sumber dari segala kehidupannya bahkan lebih memilih untuk tinggalkan Yesus dan tidak mengikutiNya demi menjaga agar kekayaannya tetap ada dan tak berkurang.
Dari pemahaman ini kiranya menjadi jelas bahwa kekayaan, jika menjadi fokus hidup, akan menggiring orang pada kebutaan rohani sehingga ia tidak melihat keselamatan yang dianugerahkan. Sebab menurut Matius 6:21 “di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada”. Hal ini berarti jika orang lebih mencintai harta di dalam hatinya, maka tidak mungkin ia mengasihi Tuhan dan berkorban untukNya. Jika itu terjadi maka, kekayaannya telah menjadi penghalang baginya untuk beroleh hidup kekal.
Inilah yang perlu kembali kita renungkan. Tidak salah menjadi kaya, tetapi jangan sampai kekayaan membutakan kita akan kasih dan anugerah Allah di dalam kehidupan kita.
Jadilah anak-anak Allah yang tujuan hidupnya adalah memuliakan Nama Tuhan dengan seluruh hidup kita.
Tuhan memberkati. Amin.





