Rela Berkorban
Selasa, 18 Agustus 2020
Matius 20:20-28
Kemerdekaan Indonesia didapat karena adanya pengorbanan. Tidak hanya para pejuang yang mengangkat senjata mempertaruhkan nyawa, tetapi ada banyak pihak lain yang berjuang berkorban demi bangsa. Para politikus yang berunding dengan resiko dipenjarakan oleh penjajah. Para
petani yang mengorbankan hasil panennya untuk mendukung para pejuang Yang berperang, dan masih banyak pihak lainnya. Jika setiap pihak mengedepankan kepentingannya sendiri-sendiri, bersikukuh atas segala keinginannya, dan tidak mau
merendahkan keinginan pribadi atau golongannya, mungkin sampai saat ini bangsa Indonesia masih belum merdeka.
Bacaan hari ini mengisahkan ketika Tuhan Yesus tidak berkenan atas
permohonan ibu anak-anak Zebedheus yang berharap keadaan anak-anaknya akan menjadi lebih baik jika bisa
duduk di sebelah kanan-kiri Tuhan Yesus. Permohonan ini didasarkan atas pemahaman bahwa Yesus akan menjadi raja bangsa Yahudi. Jika bisa duduk di sebelah kanan-kiriNya, tentu bisa ikut menjalankan roda pemerintahan dan menjadi orang yang terkemuka. Namun sebenarnya, mereka tidak tahu arti sesungguhnya duduk di sebelah kiri atau kanan Yesus. Mereka hanya menginginkan kedudukan dan tidak tahu bagaimana seseorang harus sampai ke takhta itu.
Hal ini tidak dikehendaki oleh Tuhan Yesus. Yang ditekankan bukan siapa yang akan duduk di sebelah Yesus, tetapi bagaimana sikap hidup yang pantas berada di sisi Yesus. Yesus mengungkapkan bagaimana Anak Manusia yang berkuasa itu datang melayani dan rela memberikan nyawaNya bagi banyak orang. Dalam wujud nyata kasih ada kesediaan diri untuk rela berkorban bagi yang dikasihi. Demikian hendaknya orang-orang yang ada di sebelah Yesus, mau rela berkorban sebagai wujud nyata kasih.
Anak Manusia telah merelakan nyawaNya sebagai tebusan bagi banyak orang. Para pejuang telah rela mengorbankan diri dan apa yang dimiliki demi kemerdekaan bangsa. Lalu kita yang hidup di masa kini, apakah kita rela mengorbankan waktu, harta, tenaga, fikiran untuk melayani Tuhan dan sesama sebagai wujud kasih kita?
Matius 20:28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.
Selamat berefleksi.
Tetap jaga kesehatan jiwa raga.
Tuhan memberkati





