SALAH PERSEPSI
Selasa, 28 Juni 2022
Markus 8 : 33
Lalu berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia menegur Petrus dengan keras, “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”
Kristus telah memberitahukan kepada para murid bahwa Ia harus menanggung banyak penderitaan. Tetapi para murid masih percaya Yesus akan tampil dalam kebesaran dan keagungan, serta memulihkan kerajaan Israel, tidak mungkin akan menderita dan mati sengsara. Pemahaman inilah yang menjadi dasar Petrus dalam menegur Yesus ketika Ia memberitahukan lebih rinci mengenai penderitaan yang akan ditanggung-Nya. Bukannya dipuji karena tampak sangat mengasihi Yesus, Petrus justru mendapat teguran, karena pemikiran Petrus melenceng dari maksud dan kehendak Bapa atas pengutusan Yesus.
Bagaimana dengan pemahaman kita? Apakah kita sudah memiliki pemahaman yang benar tentang Tuhan yang menyelamatkan kita dari dosa dan bukan hanya memahami Tuhan sebagai sang pemenuh kebutuhan kita?
“Bersama Tuhan, kita pasti bisa!” Slogan ini sering dijadikan penyemangat dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Mulai dari pergumulan anak-anak dalam menempuh studi, masalah relasi, ekonomi, dunia kerja serta rumah tangga. Namun tidak jarang mereka justru kecewa karenanya. Sebab pertolongan Tuhan tak kunjung datang sebagaimana harapan mereka. Mereka tetap harus berjerih lelah, bahkan mengalami banyak pergumulan dalam memperjuangkan harapannya. Banyak orang lebih senang mengenal Yesus sebagai Tuhan yang menyelesaikan kesulitan dan memenuhi setiap kebutuhan hidup. Padahal kedatangan Yesus adalah untuk menyelesaikan masalah mendasar manusia, yakni dosa. Bagaiamana pemahaman kita tentang Yesus? Berhati-hatilah! Jangan sampai kita salah persepsi. Amin.
Selamat beraktivitas
Tuhan memberkati





