RUMAH DOA
Lukas 19:46
“kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”
Di sepanjang pelayanan-Nya, kita tahu bahwa Tuhan Yesus selalu menunjukkan kasih dan kelembutan-Nya dalam menghadapi dan melayani banyak orang. Hanya ada satu peristiwa di Bait Allah, dicatat oleh keempat Injil, yang menunjukkan Yesus samgat marah dan bertindak tegas mengusir para pedagang yang ada di Bait Allah.
Pada masa Yesus, Bait Allah bukan hanya menjadi pusat ibadah orang Yahudi, tetapi juga dijadikan tempat berdagang bahan-bahan keperluan ibadah. Yesus pun bertindak untuk membersihkan bait Allah dan mengembalikannya pada fungsinya sebagai rumah doa. Para imam yang seharusnya menjaga, malah sibuk berkolusi dengan para pedagang untuk mendatangkan keuntungan bagi dirinya. Itulah penyebab Yesus mengecam mereka, “Kamu menjadikannya sarang penyamun.” Bait Allah yang seharusnya kudus telah tercemari oleh praktik keserakahan dan tipu muslihat para pemimpin saat itu.
Tindakan Yesus mengusir para pedagang hendak menunjukkan bahwa yang menjadi prioritas adalah kekudusan Allah dan relasi dengan Allah, bukan keuntungan duniawi berkedok religiusitas.
Peringatan Yesus berlaku juga bagi kita, supaya kita tidak menyepelekan kekudusan Tuhan dalam beribadah kepada-Nya. Bagi kita yang cenderung begitu sibuk pelayanan di gereja, tetapi melupakan relasi dengan Tuhan sebagai yang utama, maka sadarlah! Relasi dengan Tuhan harus menjadi prioritas kerinduan kita di mana pun kita berada dan sepatutnya mewarnai relasi kita dengan sesama.
Maka, mari senantiasa memohon pertolongan Tuhan untuk selalu rindu membangun hubungan yang akrab dengan Tuhan dalam doa dan ibadah. Tuhan Yesus memberkati. Amin





