BUKAN INVESTASI
Selasa, 1 November 2022
1 Tawarikh 29 : 17a
Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka aku pun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas.
Saat ini banyak orang berinvestasi melalui deposito, saham, reksa dana, dll. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Mereka berlomba-lomba berinvestasi untuk menjamin kehidupan mereka di masa yang akan datang. Tidak ada yang salah dengan investasi, hanya saja kita perlu berhati-hati, jangan sampai kita terjatuh dalam pemahaman serba investasi.
Ada orang yang menganggap persembahan sebagai investasi mereka. Karena mereka berpersembahan dengan harapan nanti Tuhan akan melipatgandakan apa yang telah mereka berikan. Dalam hal ini, kita perlu untuk memahami kembali apa sebenarnya persembahan itu? Menurut Pokok-pokok Ajaran Gereja Kristen Jawa no 122 diterangkan bahwa persembahan merupakan wujud ungkapan syukur dan penyerahan diri orang-orang percaya atas pemeliharaan Allah. Tuhan telah memberikan keselamatan bagi kita manusia berdosa. Dan dengan kasihNya, Tuhan senantiasa memelihara kehidupan kita. Dengan demikian, persembahan selayaknya didasari pada ketulusan hati dan penyerahan diri, bukan didasari pamrih.
Persembahan dilakukan bukan untuk memperoleh keuntungan di kemudian hari, bukan supaya apa yang kita persembahkan dilipatgandakan oleh Tuhan di masa depan. Jika Tuhan lipatgandakan apa yang kita persembahankan dengan berkat yang lebih besar, itu bukan tujuan, tetapi itu adalah berkat tambahan/bonus dari Tuhan. Persembahan bukanlah investasi. Persembahan adalah ungkapan syukur atas cinta kasih Tuhan yang senantiasa tercurah bagi kita. Jadi, sudahkah kita berpersembahan dengan dasar yang benar? Amin.
Selamat memasuki bulan baru dengan semangat baru
Tuhan memberkati





