REAKSI DAUD
Selasa, 2 November 2021
Mazmur 54 : 1 – 5
Kejahatan dapat terjadi di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Bahkan tidak jarang kita mendengar atau bahkan mengalami sendiri diperlakukan tidak baik oleh orang terdekat kita. Kita telah menaruh kepercayaan, tetapi justru kita dikhianati oleh mereka. Di depan kita, mereka mengatakan yang baik-baik, tetapi di belakang kita, mereka mereka-rekakan kejahatan. Jaman sekarang, antara kawan dan lawan semakin sulit dibedakan.
Peristiwa pengkhianatan juga dialami oleh Daud. Kali ini, pengkhianatan datang dari orang Zifi yang dipercaya dan diharapkan mampu memberi perlindungan bagi Daud. Bagaimana perasaan dan reaksi kita ketika kita dikhianati? Ada kemungkinan dalam diri kita timbul perasaan sakit hati, kecewa, dan marah. Tetapi hal itu tidak terjadi pada Daud. Hari ini kita akan belajar bersama tentang reaksi Daud terhadap pengkhianatan yang ia alami. Ia tidak mempersilakan perasaan kecewa dan sakit hati menguasai dirinya. Daud berhasil menguasai emosinya karena ia memusatkan perhatiannya kepada Allah, bukan pada rasa kecewanya. Daud melihat campur tangan Allah dalam perjalanan dan pengalaman hidupnya.
*Berserah dan berharap. Inilah kunci kesuksesan Daud menguasai keadaan dirinya.* Jelas sekali bahwa Daud mengimani Allah yang adil, berkuasa dan maju membelanya. Hal itu pulalah yang membuat Daud tidak terjebak dan terbenam dalam kemalangannya. *Iman yang membuatnya mengenal Allah dengan jelas, membuat ia mampu berserah, berharap penuh dan memperoleh hikmat untuk bertindak bijak.* Pengalaman sesakit apapun bila dihadapi dengan iman teguh akan melahirkan respon yang positif. Mari belajar dari Daud untuk bereaksi dengan bijak dan berhikmat.
Selamat beraktivitas.
Tetap setia taati prokes.
Tuhan memberkati





