JANGAN SOMBONG
Roma 3:24
“dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”
Sombong adalah sifat yang mau menunjukkan dirinyalah yang menonjol. Hampir semua orang, diakui atau tidak, cenderung untuk bermegah; merasa diri lebih baik dari orang lain, dan memandang rendah orang lain. Sehingga kerap sekali dengan sifat sombong ini mendatangkan luka dan menjadikan relasi dengan sesama menjadi tidak baik.
Dalam bacaan kita saat ini, jemaat TUHAN di kota Roma, yang menerima surat Paulus ini, terdiri dari orang Yahudi dan juga orang Yunani. Orang-orang Kristen Yahudi sering memandang rendah sesama saudara (jemaat) non-Yahudi. Sebagai orang Yahudi, mereka merasa punya dasar dan alasan yang kuat untuk bermegah, yakni mereka telah lebih dahulu mengenal Allah dan dipilih menjadi umat Allah; mereka memiliki Taurat dan tradisi sunat. Mereka merasa diri lebih benar dari yang lain. Tetapi, Paulus mengingatkan mereka bahwa sesungguhnya, tidak ada dasar bagi siapa pun untuk bermegah. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Adapun alasan mereka diselamatkan, ialah semata-mata karena anugerah Allah bukan karena kehebatan atau kebaikan yang mereka lakukan.
Inipun menjadi refleksi kita saat ini bahwa semua yang ada pada kita saat ini, baik harta, kepandaian, kecakapan, status, kedudukan dan jabatan, sama sekali tidak memberi kita alasan yang cukup untuk bermegah karena sesungguhnya semua adalah pemberian TUHAN. Dengan sekejap semua bisa berubah karena TUHAN Sang Pemilik dan Berkuasa atas seluruh hidup kita. Apa yang layak untuk kita sombongkan?
Karena sesungguhnya kita adalah debu dan akan kembali menjadi debu, pribadi yang kecil dan terbatas. Maka, jangan sombong! Semua yang ada dalam hidup kita adalah milik dan dalam kuasa TUHAN. Hiduplah dengan rendah hati.. Tuhan Yesus memberkati, Amin.





