Pertolongan Tuhan
Mazmur 86
“Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku. Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kau kasihi,
selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu. Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan,sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari.”(Ayat 1-3)
Saudara yang terkasih,
Ketika kita berdoa apa yang kita ucapkan kepada Tuhan?
Bersyukur? Iya! Memohon kepada Tuhan? Itu Pasti. Kalau dilihat kadarnya lebih banyak bersyukur atau memohon? Rasanya mudah untuk kita jawab, “ya jelas permohonan” supaya Allah memberikan apa yang kita butuhkan dalam hidup atau bahkan sadar atau tidak sadar, tidak hanya sekedar yang kita butuhkan tapi yang kita inginkan juga.
Dalam bacaan kita hari ini memperlihatkan, Daud berseru kepada Allah, “Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku. Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu” Daud sungguh merasakan bahwa dia memang sengsara dan miskin. Itu berarti permohonannya bukan untuk memenuhi keinginannya, tetapi merupakan kebutuhan utamanya. Alasan yang lain adalah Daud mengakui bahwa dirinya adalah orang yang dikasihi Allah. Permohonan Daud berdasarkan pada kasih Allah, bukan kasihnya kepada Allah. Bahkan Daud juga meyakini dan percaya bahwa Allah menjawab doa-doaNya atas dasar kepedulian Allah kepadanya dan percaya bahwa Allah berkuasa atas segala hal yang terjadi.
Dari penghayatan iman Daud ini mau mengajarkan kita bagaimana seharusnya kita memohon dan percaya akan kuasa Allah di dalam kehidupan kita. Ia sang pemilik hidup dan Ia sendiri yang memberikan pertolongan bagi kita. Ia tahu apa yang menjadi kebutuhan kita bukan keinginan kita. Pasti karena kasih dan kepedulian-Nya yang besar untuk kita, Ia memberikan pertolongan yang tepat pada waktuNya. Ia sendirilah yang memelihara hidup kita.
Jangan pernah lelah untuk bersyukur dan memohon, karena kasih-Nya tidak pernah habis untuk kita. Amin.





