PERSEMBAHAN TERBAIK
Imamat 22:20
“Segala yang bercacat badannya janganlah kamu persembahkan, karena dengan itu TUHAN tidak berkenan akan kamu.”
Ada kisah seorang anak kecil yang merasa jengkel dengan Ibunya ketika melihat ibunya yang suka membagikan pisang hasil kebun kepada tetangga dan teman-temannya. Bukan masalah berbaginya, tetapi karena yang diberikan adalah pisang terbaik dari hasil panen. Dan anak kecil ini jengkel karena ia kebagian pisang yang kurang baik.
Hukum Taurat mengatur persembahan kepada Tuhan begitu detail. Persembahan binatang yang dikenan Tuhan adalah binatang yang tidak bercacat cela. Bebas dari segala cacat fisik, tidak terluka atau berpenyakit, tidak dikebiri. Binatang yang umurnya kurang dari delapan hari juga tidak dapat dipersembahkan. Pengaturan persembahan ini menunjukkan pentingnya motivasi seseorang dalam menghampiri Tuhan. Persembahan yang sempurna menjadi gambaran keseriusan umat dalam menjaga kekudusan Allah. Tuhan yang kudus meminta umat juga hidup kudus dalam segala hal.
Saat ini tentu kita tidak perlu lagi mempersembahkan seperti yang ada dihukum Taurat. Namun Yesus mengajar kita supaya memberikan diri sebagai persembahan bagi Tuhan. Persembahan yang hidup, yang kudus, yang berkenan kepada-Nya. Persembahan sejati ini bukan hanya wujud dalam ritual ibadah, melainkan juga dalam sikap hidup kepada sesama. Kita belajar mengasihi sesama dengan kasih yang tulus dan murni, tanpa kemunafikan. Bukan kasih sebatas bibir, tetapi meluap dari kedalaman hati. Mari kita memberikan persembahan yang terbaik bagi Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.





