PEMBAWA DAMAI
Selasa, 22 November 2022
2 Korintus 5 : 17 – 18
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
Dalam kebaktian Minggu lalu kita diajak untuk menghayati Kristus, Sang Raja yang disalib untuk mendamaikan kita dengan Allah. Dan dalam nats bacaan hari ini dinyatakan bahwa setelah didamaikan, kita dipercayakan untuk meneruskan pelayanan pendamaian bagi dunia sebagai wujud hidup baru. Lalu apa yang harus kita perbuat? Doa yang ditulis oleh Fransiskus dari Assisi ini kiranya dapat menolong kita untuk tahu dan mau menjadi pembawa damai.
Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai.
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih.
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan.
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan.
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian.
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran.
Bila terjadi kecemasan, jadikanlah aku pembawa harapan.
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan.
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang.
Tuhan, semoga aku ingin
menghibur daripada dihibur,
memahami daripada dipahami,
mencintai daripada dicintai,
sebab dengan memberi aku menerima,
dengan mengampuni aku diampuni,
dengan mati suci aku bangkit lagi untuk hidup selama-lamanya.
Amin.
Semangat beraktivitas
Tuhan memberkati





