MENYEGARKAN
Selasa, 6 April 2021
Yohanes 20 : 16 – 18
Mari kita bayangkan jika kita berada di situasi sedang berjalan kaki di cuaca yang sangat panas, tidak ada tempat berteduh, tidak membawa topi/payung, dan tidak ada air minum. Rasanya gerah, keringat mengucur deras dan pasti badan akan terasa tidak nyaman. Lama-kelamaan badan bisa menjadi lemas bahkan hingga nyeri kepala karena kekurangan cairan. Dan begitu bisa minum rasanya nyesssss menyegarkan. Tidak hanya mengobati dahaga tetapi juga menyegarkan pikiran.
Seperti itulah gambaran situasi Maria Magdalena yang mengalami rentetan peristiwa yang membuatnya terpuruk. Goncangan demi goncangan diterimanya mulai penangkapan Sang Guru hingga kematianNya di kayu salib dan hilangnya mayat Sang Guru. Jiwanya kering, seperti tubuh yang sedang mengalami dehidrasi. Tetapi dalam goncangan yang sangat dahsyat itu, sapaan Yesus kepada Maria seperti air minum yang menyegarkan dan menyejukkan di tengah teriknya cuaca. Panggilan ‘Maria’ seperti setetes air yang tidak hanya menyegarkan tenggorokan tetapi juga menghilangkan nyeri kepala. Salam itu menghangatkan hati Maria Magdalena sehingga Ia membagikan sukacita besar itu. Harapan mereka bangkit dan ketakutanpun hilang. Jiwanya benar-benar disegarkan.
Terkadang kita juga menghadapi situasi sulit dan berat. Situasi-situasi ini sering kali membuat kita kehilangan harapan dan membuat jiwa kita kering. Namun biarlah berita kebangkitan Yesus menjadi penyejuk bagi kita. Ia menyapa kita melalui banyak hal, bisa dari kejadian-kejadian kecil di sekitar kita, orang-orang yang kita jumpai, benda-benda yang ada di sekeliling kita, dan yang lainnya. Oleh karena itu, mari buka hati dan jiwa kita untuk disegarkan melalui sapaan Tuhan yang penuh kasih. Rasakan kesegarannya yang mengobati kekeringan hati kita.
Selamat disegarkan.
Tetap jaga kesehatan jiwa raga.
Tuhan memberkati.





