Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

MENJAGA KEHIDUPAN

Selasa, 22 Juni 2021

Kejadian 1 : 28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Hikmat Tuhan senantiasa kita perlukan untuk menuntun kita agar tidak salah arah. Seperti ketika kita menyimak bacaan hari ini dan di sana ada kata ‘taklukkanlah’ dan ‘berkuasalah’. Akan menjadi berbahaya ketika tanpa hikmat Tuhan, kita kemudian memaknai kata-kata tersebut dengan artian menguasai dengan semena-mena, tanpa aturan. Bukan itu yang dikehendaki Tuhan. Melalui firmanNya ini, Tuhan menghendaki agar manusia dapat menjaga kehidupan, mengelola bumi beserta dengan isinya.

Banyak diantara kita yang di rumah memiliki hewan peliharaan dan tanaman yang dengan setia kita pelihara. Istilah orang Jawa ‘ben dina diisik-isik’. Kita merawat mereka dengan sepenuh hati. Hewan peliharaan kita beri makanan, bahkan kita perhatikan kebersihannya. Tanaman kita siram, kita pupuk, tanahnya kita gemburkan, dll. Semua kita lakukan sebagai bukti cinta kita kepada peliharaan kita. Jika dengan hewan dan tanaman saja kita merawatnya dengan hati-hati dan sepenuh hati, demikian juga seharusnya kita menjaga dan merawat kehidupan kita.

Mungkin kita masih ingat tema kebaktian kemarin, yaitu tentang ‘jangan takut’. Kemarin kita diingatkan untuk tidak hanya jangan takut tetapi juga bijak dalam menyikapi pandemi. Dan hari ini kita diingatkan tentang menjaga kehidupan. Kedua pesan Tuhan ini perlu dikombinasikan agar kita dapat melewati pandemi, tidak takut tetapi juga tidak ceroboh.

Data di Kementerian Kesehatan RI tanggal 21 Juni 2021, dalam satu hari ada penambahan 14.536 kasus baru covid-19, dan menurut data Humas Pemda DIY, dalam satu hari kemarin ada penambahan 662 kasus. Kenyataan yang tidak hanya membuat kita miris tetapi juga mendorong kita untuk bertindak agar kehidupan tetap terjaga. Dalam situasi ini berbagai kebijakan dikeluarkan sebagai upaya untuk menjaga kehidupan : protokol kesehatan, vaksinasi, perubahan model dan jam aktivitas, bahkan juga perubahan bentuk ibadah untuk sementara waktu, dll. Seringkali kebijakan-kebijakan ini membuat kita tidak nyaman, tetapi inilah cara bagi kita untuk melakukan tugas kita ‘menjaga kehidupan’. Jadi kalau dengan hewan/tanaman saja kita bersedia merawat dan menjaga mereka dengan hati-hati dan sepenuh hati, mari kitapun turut menjaga kehidupan dengan melakukan kebijakan-kebijakan itu dengan kesungguhan hati. Kiranya hikmat Tuhan memampukan kita menjaga kehidupan. Amin.

Tetap setia menerapkan protokol kesehatan.
Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan