Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Iman yang Sempurna

Yakobus 2:20-22

“Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah? Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.”

Kunci menjadi orang sukses adalah tidak hanya berhenti dengan teori tetapi mengerjakannya dengan baik. Bukan banyak bicara tetapi aksi nyata atau yang sering kita sebut “OMDO atau Omong Doang”. 

Dalam bacaan kita Yakobus juga mau menegaskan tentang IMAN yang TIDAK KOSONG atau dalam kata lain IMAN yang SEMPURNA. Yakobus mau menjelaskan tentang ekspresi iman dalam wujud perbuatan nyata. 

Iman bukan hanya berhenti ngomong percaya doang, tetapi juga menunjukkan kepercayaannya itu dalam perbuatan-perbuatan nyata. Perbuatan nyata menjadi bukti sikap percaya, seperti disebutkan “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakikatnya adalah mati,” demikian tulis Yakobus (ay. 17). 

Menariknya dalam bacaan kita adalah Yakobus mengisahkan kembali teladan Abraham karena imannya kepada Allah yang rela menyerahkan anaknya Ishak sebagai suatu persembahan di atas mezbah kepada Allah. Yakobus menyimpulkan, tindakan Abraham itu menunjukkan iman Abraham sebagai sempurna oleh karena perbuatannya yang nyata. Inilah iman yang sempurna dan tidak kosong. 

Saat inipun kita punya tanggung jawab untuk mewujudkan iman yang sempurna dan tidak kosong. Iman tidak hanya berhenti berbicara dan percaya kepada TUHAN tetapi iman diwujudkan dalam tindakan kita. Khususnya dalam pandemi saat ini, kita ditantang untung mewujudkan IMAN yang SEMPURNA! Sudahkah kita bertindak sesuai dengan kehendak TUHAN dalam masa pandemi ini? Tidak menjadi orang yang bebal, tetapi menjadi anak-anak TUHAN yang taat akan protokol kesehatan. Mau mengikuti aturan yang baik dan tidak seenaknya sendiri dalam menjalani hidup. Ataukah kita salah satu menjadi orang yang bebal? 

Mari saudara wujudkan IMAN yang tidak KOSONG, tapi wujudkan IMAN yang sempurna dengan menghadirkan keselamatan, damai sejahtera dan berkat bagi sesama dengan tindakan nyata. Selamat memperjuangkan kehidupan beriman kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan