MENDOAKAN
Kamis, 20 Mei 2021
Filipi 1 : 3 – 4
Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu.
Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.
Kapan kita berdoa? Seberapa sering? Apa yang kita utarakan dalam doa kita? Pertanyaan-pertanyaan ini penting, mengingat kita seringkali berdoa saat keadaan kepepet dan berisi permintaan atau keluhan tentang kesulitan diri kita.
Hari ini kita merenungkan bagian surat Paulus yang ditulis ketika berada di dalam penjara. Di dalam penjara dan dalam keadaan sakit, apa yang masih bisa dilakukan Paulus? Ternyata Paulus berdoa untuk sahabat-sahabatnya. Mungkin kita bisa mengatakan ini mudah dilakukan. Namun jika kita melihat ke dalam diri kita sendiri, _seberapa seringkah kita mendoakan orang lain? Jika kita berada dalam situasi menderita seperti Paulus, apakah kita masih mau mendoakan orang lain?_
Paulus mengingat sahabat-sahabatnya dan mendoakan mereka bukan karena iseng-iseng, tetapi karena Paulus memikirkan tantangan dan kesulitan orang-orang terkasihnya dalam mengabarkan Injil. Coba kita renungkan, seberapa sering kita memikirkan orang lain? Seberapa sering kita mendoakan mereka?
Berdoa merupakan salah satu karya Roh yang bisa kita teladani dalam hidup. Melalui karya Roh Kudus kita didorong berkerinduan melihat orang lain mengalami kebaikan dalam hidup.
Ketika kita mendoakan orang lain dengan tulus, sungguh-sungguh, dan dengan hati yang penuh kasih, dampaknya akan besar! Jadi, apalagi yang kita tunggu untuk mendoakan orang lain?
Selamat mendoakan orang lain
Tetap jaga kesehatan jiwa raga
Tuhan memberkati





