MEMINTA ATAU MEMAKSA?
Kamis, 1 September 2022
Yohanes 15 : 7
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
Firman Tuhan hari ini sering kali menjadi alasan bagi kita untuk melegitimasi atau membela diri ketika memanjatkan banyak permintaan kepada Tuhan. Doa-doa kita berisi deretan permintaan. Bahkan sering kita lupa diri, ketika permintaan kita tidak terkabul, kita protes, kecewa, dan membenci Tuhan. Katanya minta apa saja dan kita akan menerimanya, tapi mengapa permintaan saya tidak terkabul?
Hari ini kita akan melihat ayat 7 dengan lebih cermat. Yang pertama, Tuhan memberi kesempatan kepada kita untuk meminta, bukan memaksa. Jadi keputusan tetap ada di tangan Sang Pemberi. Tuhan berkata : mintalah, bukan paksalah. Yang kedua, memang benar, Tuhan memberi kesempatan bagi kita untuk meminta, tetapi ada yang tidak boleh kita lupakan. Di awal ayat 7 dikatakan : Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu. Tuhan menghendaki kita tidak sekedar meminta, tapi juga hidup di dalam Tuhan, setia menjalankan firman Tuhan.
Untuk memperlengkapi renungan kita hari ini, ada sebuah tulisan yang patut untuk kita hayati :
*Saat kamu marah ketika doamu tidak menjadi nyata, itu pertanda kamu belum mengerti apa bedanya meminta dan memaksa. Memaksa itu seperti main perintah. Kau tak dapat, lalu kau kecewa. Tetapi meminta mengajarkanmu percaya. Mendapat atau tidak, kau tetap bahagia.*
Manakah yang sudah kita lakukan : meminta atau memaksa?
Amin.
Selamat beraktivitas.
Tuhan memberkati





