MELEWATI DUKA
Selasa, 18 Oktober 2022
Yohanes 11:21, 32
Dua ayat tersebut adalah ungkapan kesedihan Marta dan Maria atas meninggalnya Lazarus. Sedih, marah dan kecewa memang salah satu proses alami yang dilalui seseorang ketika sedang berduka. Menurut psikiater bernama Elisabeth Kubler-Ross, ada 5 tahapan seseorang dalam menghadapi masa sulit :
1. menyangkal
tidak percaya musibah terjadi, merasa semuanya tidak masuk akal, bahkan sampai tidak bisa berpikir jernih.
2. marah
tidak terima bahwa ia sedang mengalami peristiwa buruk.
Pada fase ini, sering muncul pertanyaan seperti “mengapa harus saya?” atau “apa salah saya?”.
3. tawar-menawar
Bagaimana jika….”, “Coba aja..”, ini menunjukkan seseorang mulai tawar menawar dengan kondisi.
4. depresi
merasa sedih, kecewa, dan putus asa yang teramat dalam. Fase ini umumnya ditandai dengan rasa lelah, sering menangis, sulit tidur, kehilangan nafsu makan atau justru makan berlebihan, dan tidak bersemangat untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
5. menerima
sudah bisa menerima kenyataan bahwa peristiwa buruk yang ia alami benar-benar terjadi dan tidak dapat diubah.
Lamanya proses seseorang untuk menghadapi duka memang berbeda-beda. Mungkin ada yang seperti Marta, sedih namun kemudian ia berbincang dengan Tuhan Yesus dan ia menjadi semakin kuat setelah mendengar kata-kata Tuhan Yesus, atau mungkin ada yang seperti Maria, ia masih terus menangis setelah bertemu dengan Tuhan Yesus. Namun yang pasti, lama atau sebentar proses yang dilalui, seperti Marta maupun Maria, Tuhan Yesus hadir menemani mereka berdua dalam kedukaan mereka. Begitu pula yang dilakukan Tuhan Yesus kepada kita. Di tengah banyaknya persoalan hidup yang membuat kita berduka, entah tahapan mana yang sedang kita lalui saat ini, Tuhan Yesus hadir dan membersamai kita. Amin.
Selamat beraktivitas
Tuhan memberkati.





