KEHENDAKMULAH YANG TERJADI
Lukas 22:42
“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”
Katanya : “Lawan terbesar dalam hidup kita adalah diri sendiri.” Saat kita begitu menyayangi diri sendiri, saat itulah pencobaan datang. Misalnya saja kita sangat suka dengan sate kambing padahal kita mengidap hipertensi. Tidak dimakan sayang, tetapi bila dimakan berbahaya. Kita pun nekat: “makan sedikit saja tidak apalah, biar tidak penasaran! Nanti kan langsung minum obat!” begitulah kekalahan kita ketika melawan diri sendiri.
Saat menjelang kematian-Nya, Yesus menghadapi godaan terbesar-Nya, yaitu godaan untuk menyimpang dari jalan Bapa-Nya. Saat Yesus mengajak murid-murid-Nya ke bukit Zaitun, ia menyuruh para murid berdoa supaya tidak jatuh dalam pencobaan. Perhatikan kata yang dipakai adalah “jatuh” bukan “terjatuh”. Jadi, ada aspek pilihan atau unsur kesengajaan meskipun keadaan dapat mempengaruhi kita dan membuat kita jatuh ke dalam pencobaan. Yesus sendiri pun harus mengalahkan pencobaan terbesar-Nya, yaitu keinginan diri-Nya, dan Yesus menang.
Dalam upaya kita untuk taat kepada Allah, terkadang kita menghadapi pencobaan yang berat. Saat kita menghadapi pencobaan itu, kita harus menyadari bahwa kemampuan kita saja akan membuat kita gagal. Namun, bila kita melibatkan kuasa Tuhan dan berpengharapan kepada-Nya, kita akan menang. Yesus mengalahkan keinginan diri-Nya dan menempuh jalan ketaatan kepada Bapa-Nya dan biarkanlah hanya kehendak Tuhan lah yang terjadi dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.





