LAMA DAN BARU
Matius 9:16-17
“Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”
Kita selalu senang dengan hal-hal yang baru dan bahkan sering sekali karena ada yang baru lalu kita mengabaikan dan meninggalkan yang lama. Misalnya saja ada seorang anak yang memiliki mainan baru. Ia sangat senang bahkan hampir setiap saat dia membawa dan memainkan mainan tersebut. Bisa jadi ia melupakan dan meninggalkan mainannya yang lama. Mungkin tidak hanya anak-anak, orang dewasapun demikian.
Pada bacaan kita saat ini konteksnya adalah tentang protesnya murid Yohanes dan orang Farisi kepada murid-murid Yesus yang tidak berpuasa seperti yang mereka lakukan. Mereka tidak terima bahwa mereka telah melakukan kewajiban puasa, sementara murid Yesus tidak.
Namun harus dipahami bahwa fokus puasa bukanlah tidak makan, tetapi melepaskan mata kita dari hal-hal duniawi dan berfokus kepada Tuhan, dan mereka salah dalam memahaminya.
Maka, Tuhan menyinggung tentang anggur yang baru dan kantong anggur yang lama. Kantong anggur itu adalah kita, sedangkan anggur baru adalah berkat, rahmat, dan cinta kasih dari Tuhan sendiri. Tuhan selalu mencurahkan anggur baru yang terbaik bagi kita. Anggur baru itu akan memberi kita kekuatan dalam menjalani hidup dan dalam menekuni pekerjaan serta pelayanan kita.
Sehungga kita perlu mempersiapkan diri untuk menerima anggur yang dicurahkan Tuhan. Jika kita masih menggunakan kantong yang lama, maka kita akan kehilangan banyak hal; berkat yang dicurahkan Tuhan tidak bisa tertampung di dalamnya, dan semua menjadi terbuang percuma. Kantong lama memberi gambaran hati yang keras, hati yang tidak bertobat. Kantong ini memuat berbagai hal negatif, adanya egoisme, iri hati, dendam, kebencian, dengki, fitnah, kebohongan dan lain sebagainya. Kantong lama kita perlu diganti dengan kantong yang baru. Kantong baru ini adalah hidup kita yang telah diubahkan Tuhan yang sudah mengalami perubahan hidup dan pertobatan. Hidup dalam pertobatan adalah hidup yang penuh dengan kesabaran, kemurahan hati, sukacita, dan kejujuran.
Maka milikilah kantong baru sehingga kita siap menerima anggur baru yang selalu Tuhan curahkan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.





