Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Krisis Rohani

1 Raja-raja 19: 1 – 5

Ketika kita melakukan kebenaran seperti yang Tuhan perintahkan pun, tantangan tidak terlepas dari kehidupan kita. Mendapatkan nilai bagus ketika ujian, dicurigai mencontek. Membangun rumah sendiri, disangka tidak akur dengan keluarga. Usahanya sukses, dituduh memakai kuasa gelap. Melakukan pelayanan, dicibir sebagai pencitraan. Apa yang akan kita lakukan jika serangan-serangan semacam ini terus-menerus terjadi pada diri kita? Bertahan dan terus maju atau mundur?

Bacaan kita hari ini adalah cerita setelah Elia berhasil mengalahkan 450 nabi Baal di gunung Karmel berkat penyertaan Tuhan. Tetapi setelah mendengar bahwa Izebel (isteri Raja Ahab) akan membalas dendam, Elia sangat ketakutan hingga meminta Tuhan mengambil nyawanya (ay. 3 & 4). Mengapa Elia harus melarikan diri? Bukankah Tuhan yang memampukannya menghabisi nabi Baal juga sanggup melindunginya dari Izebel? Sepertinya Elia mengalami krisis rohani. Ia menghadapi 450 orang nabi palsu seorang diri. Ia tentu tertekan luar biasa hingga ingin menyerah saja. Hingga terucap kalimat yang penuh dengan keputusasaan. Tetapi Tuhan berkehendak lain. Ia mau Elia terus melakukan pelayanannya. Tuhan mengirim malaikatnya untuk membangunkan Elia dan memberi makan agar kekuatan Elia kembali.

Kehidupan kitapun tidak lepas dari krisis rohani. Ketika kecurigaan, prasangka, tantangan, cibiran, tuduhan, dan serangan datang menghalangi setiap usaha dan karya kita dalam kebenaran, krisis rohani muncul, kita berputus asa dan ingin menyerah. Namun melalui renungan hari ini, kita melihat bahwa Tuhan rindu kita tetap bertahan dalam kebenaran. Mari kita belajar untuk selalu memandang Tuhan sekalipun banyak tantangan. Tuhan yang mengirim malaikatnya untuk menguatkan Elia juga akan menguatkan kita.

Selamat berjuang
Tetap jaga kesehatan jiwa raga
Tuhan memberkati

Tinggalkan Balasan