KEHADIRAN TUHAN
MAZMUR 74:11
“Mengapa Engkau menarik kembali tangan-Mu, menaruh tangan kanan-Mu di dada?”
Di saat mengalami musibah, sakit berat, atau bencana, kita sering sulit merasakan kehadiran Tuhan. Yang kita rasakan justru sebaliknya, yaitu: Tuhan tidak peduli, Tuhan tega, atau Tuhan diam saja.
Umat Israel pernah mengalami malapetaka nasional, yaitu tentara Babel menyerang dan menghancurkan Yerusalem dan Bait Allah (586 SM). Padahal, Bait Allah adalah pusat peribadahan mereka. Saat merenungkan malapetaka itu, Pemazmur bertanya kepada Tuhan, “Mengapa Engkau menarik kembali tangan-Mu, menaruh tangan kanan-Mu di dada?” (ayat 11). Pemazmur merasa Tuhan tidak mau menolong mereka. Namun, syukurlah, renungan Pemazmur tidak berhenti di situ. Ia mengingat kembali kasih dan pertolongan Tuhan di masa lalu, saat Tuhan membebaskan umat Israel dari perbudakan Mesir dan saat Tuhan memimpin umat-Nya menyeberang laut ketika dikejar tentara Mesir.
Mengingat kembali kasih dan pertolongan Tuhan di masa lalu membuat mereka kuat dan percaya akan kasih dan pertolongan Tuhan.
Saudara yang terkasih,
Penderitaan juga bisa menimpa kita bahkan di tengah kehidupan kita berbangsa dan bernegara. Lihatlah betapa banyak persoalan yang terjadi di negara kita. Di saat kita mengalami begitu banyak penderitaan, bagaimana sikap kita? Ingatlah bahwa Tuhan tetap hadir. Kasih dan pertolongan Tuhan nyata melalui berbagai cara.
Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Tuhan Yesus Memberkati, Amin.





