KEBERSERAHAN PENUH
Lukas 9:3
kataNya kepada mereka: “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju.
Pengutusan yang dinyatakan Tuhan Yesus kepada kedua belas muridNya ini adalah dalam rangka mewartakan kerajaan Allah melalui keberserehan diri mereka. Syarat yang Tuhan Yesus berikan dalam ayat 3, mengandung sebuah pesan yang sangat kuat bahwa dalam menjalankan suatu misi yang Tuhan berikan, memerlukan keberserahan diri untuk bersedia hidup mengandalkan belas kasih Tuhan saja. Hal ini mungkin bukanlah hal yang mudah karena ketergantungan setiap manusia akan segala sesuatu (entah itu berupa barang, kenyamanan, dsb) membuat diri menjadi susah untuk meninggalkannya, karena sudah terlanjur melekat. Maka dari itu, diperlukan sikap yang tegas, apakah diri ini akan terus menikmati ketergantungan akan segala sesuatu, atau justru memilih untuk melepaskan kemelekatan itu dan menyerahkan hidup ini untuk berserah penuh pada belas kasihNya?
Perenungan kita saat ini mengingatkan kepada kita untuk memiliki hidup dalam penyerahan penuh pada kehendak Allah. Memohon kiranya Allah senantiasa bertahta penuh atas hidup kita, serta menuntun kita untuk dapat menjalani laku hidup berdasarkan kehendakNya. Kiranya belas kasih dan tuntunanNya memampukan kita untuk dapat semakin berserah penuh pada kehendakNya, menjalaninya dengan penuh kesetiaan dan ketulusan hati. Berkah Dalem, Amin.





