KASIH IBU
Amsal 1:8
“Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu.”
Terdapat pepatah yang mengatakan demikian : “Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah.” Artinya bahwa kasih seorang ibu kepada anaknya tidak terbatas dan tidak berakhir, laksana jalan yang tidak berujung. Sementara kasih anak kepada sang ibu sangat terbatas sebagaimana galah (tongkat).
Contoh kasih ibu yang tak terbatas ini ditunjukkan oleh Nancy Matthews Edison, yang adalah ibu dari penemu bola lampu yaitu Thomas Alva Edison. Ia sungguh sabar dalam mendampingi dan mendidik anaknya. Berkat kesabaran dan kasih yang tulus dari ibunya, Thomas kecil pun mulai meretas masa depannya. Dan pada akhirnya Thomas menjadi salah seorang penemu paling jenius yang pernah ada di dunia ini.
Dalam bacaan kita, Salomo juga mengingatkan supaya anak-anak tidak menyia-nyiakan ajaran ibunya, menaati orang tua di dalam Tuhan.
Hal ini pun juga menjadi refleksi kita sebagai anak, sudahkah kita mendengarkan, mengingatkan dan melakukan ajaran ibu kita bahkan juga menaati ajaran ayah kita?
Begitu juga kita sebagai orang tua punya tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik dari waktu, tenaga dan pikiran semaksimal mungkin untuk anak-anak kita. Karena masa depan anak adalah tanggung jawab kita sebagai orang tua. Oleh karena itu, pada tanggal 22 Desember tepat di hari Ibu, teruntuk semua ibu, kami ucapkan terima kasih untuk kasih tulus yang telah engkau berikan kepada anak-anak, terima kasih untuk kasih dan pengorbananmu. Tetaplah menjadi ibu yang kuat dan menjadi inspirasi anak-anak dalam ketulusan kasihmu. Selamat hari Ibu! Jadilah orang tua yang penuh kasih dan mari menjadi anak yang mendengarkan dan melakukan ajaran orang tua kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.





