BUKAN FORMALITAS
Selasa, 21 Desember 2021
Lukas 1 : 39 – 42
Di Minggu Adven yang terakhir ini, kita disuguhkan kisah perjumpaan Maria dan Elisabet. Ada perjumpaan yang meneguhkan dan membahagiakan. Ada sukacita yang tulus di sana. Keduanya saling mendengarkan, saling memuji, dan mengagumi karya Allah dalam hidup mereka. Rindukah kita disambut dengan sukacita yang sama seperti Elisabet menyambut Maria?
Natal menjadi salah satu moment perjumpaan kita dengan banyak orang. Di masa pandemi ini perjumpaan tidak melulu tentang berjumpa secara fisik tetapi juga melalui media online. Keluarga-keluarga mulai mengatur jadwal untuk mengadakan Natal secara virtual. Sungguh membahagiakan, Natal semakin dekat. Namun, seringkali kita merasakan perjumpaan yang hambar. Ada yang buru-buru sibuk main HP sendiri, ada yang menyodorkan pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan (kapan dpt kerja/nikah/punya anak,dll), ada yang sibuk berfoto demi konten media sosial. Kalau mau jujur, adakah sukacita tulus seperti dalam perjumpaan Maria & Elisabet dalam perjumpaan-perjumpaan kita?
Kapan terakhir kita mengagumi karya Tuhan dalam diri sesama? Kapan kita terakhir mengapresiasi mereka? Mereka bukan objek selfie, bukan pula pemuas rasa keingintahuan kita. Mereka punya kisah, punya sesuatu yang dirayakan penuh sukacita. Abaikan sejenak HPmu, pandang wajah mereka penuh kasih, dengarkan kisah mereka, jadikan perjumpaan tak sekedar formalitas tapi benar-benar perjumpaan jiwa. Bukankah Natal berarti merayakan dan merasakan Tuhan yang hadir sebagai manusia?
Selamat menghayati Minggu Adven IV
Tetap setia taati prokes
Tuhan memberkati





