KACANG LUPA KULITNYA
Selasa, 15 Maret 2022
2 Tawarikh 21 : 3 – 4
Ayahnya memberikan kepada mereka banyak pemberian, berupa emas dan perak dan barang-barang berharga, juga kota-kota berkubu di Yehuda. Tetapi kedudukan raja diberikannya kepada Yoram, karena dialah anak sulungnya.
Sesudah Yoram memegang pemerintahan atas kerajaan ayahnya dan merasa dirinya kuat, ia membunuh dengan pedang semua saudaranya dan juga beberapa pembesar Israel.
Kita sering mendengar peribahasa “kacang lupa kulitnya”, yang artinya menggambarkan orang sombong yang lupa asal – usulnya atau orang kaya yang lupa akan kemiskinannya. Peribahasa ini biasanya dilontarkan pada seseorang yang tidak tahu diri/lupa diri, seperti kisah Yoram dalam bacaan hari ini. Ketika menggantikan posisi ayahnya sebagai Raja, Yoram menjadi sombong. Ia merasa kuat dan berkuasa. Yoram menyembah berhala yang merupakan kejahatan di mata Tuhan. Ia juga berlaku bengis dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia tega membunuh semua saudaranya dan beberapa pembesar Israel demi meluputkan kemungkinan terjadinya perebutan kuasa.
Yoram seperti kacang lupa kulitnya, ia lupa bahwa pencapaiannya adalah berkat Tuhan. Ia mengabaikan pesan Nabi Elia untuk bertobat dan kembali kepada Allah, seperti iman yang dihidupi Daud, Asa dan Yosafat, para pendahulunya. Ia tidak mempedulikan ancaman sanksi yang mengerikan. Sebagai akibat sikapnya, ia tidak dicintai oleh bangsanya sendiri. Bahkan pada masa pemerintahannya, terjadi penderitaan dan malapetaka. Yoram harus menanggung risiko atas ketidaksetiaannya kepada Tuhan. Ia kena tulah dan mati dengan penderitaan yang hebat. Hari ini kita belajar bahwa anugerah dan kasih Tuhan bukan kesempatan untuk berlaku sesuka hati, apalagi menjadikan lupa diri. Ingatlah bahwa pencapaian yang kita terima sampai hari ini adalah karena berkat Tuhan.
Amin.
Semangat beraktivitas
Tetap jaga kesehatan
Tuhan memberkati





