Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

CARA PANDANG

Jumat, 11 Maret 2022

Mazmur 73 : 2 – 3
Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir. Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.

Asaf adalah seorang ahli musik keturunan suku Lewi dari bani Gerson pada zaman raja Daud. Ia hampir tergelincir oleh cara pandangnya yang keliru. Awalnya, ia merasa cemburu terhadap orang-orang fasik, yang walaupun tidak takut akan Allah, mereka hidup mujur dan bahagia. Ia berpendapat bahwa selama ini ia sia-sia mempertahankan hati yang bersih karena hidup yang dijalaninya berat. Beruntungnya dalam kecemburuan itu Asaf datang ke hadirat Allah. Ia mengalami kedekatan bersama Allah dan  cara pandangnya berubah. Apabila sebelumnya ia mengatakan bahwa upayanya mempertahankan hati bersih  itu sia-sia, kini ia menyatakan semuanya itu sebagai kesukaan. Ia melihat bahwa akhir cerita orang fasik sungguh mengerikan, tidak seperti apa yang dia lihat pada mulanya.

Asaf mengakui bahwa ia hampir saja salah sangka kepada Tuhan karena kecemburuannya terhadap keberuntungan orang berdosa. Ia mengukur Tuhan dengan ukuran dunia : kalau ia melakukan hal yang baik maka Tuhan wajib memberkatinya. Ini adalah pandangan yang keliru. Berbuat baik adalah kewajiban manusia sebagai ciptaan Tuhan. Jadi kalau berbuat baik lalu mengharapkan upah, berarti kita belum tulus dalam melakukannya. Pemazmur menegaskan bahwa Tuhan tetap setia dan adil. Kalau saat ini kita sedang mengalami apa yang pemazmur alami dan rasakan, jangan terburu-buru mengambil kesimpulan bahwa Tuhan tidak baik atau tidak berdaulat. Mari datang kepada Tuhan, bangun kedekatan kepadaNya supaya kita dapat melihat dengan cara pandang yang benar. Amin.

Selamat berefleksi
Tetap jaga kesehatan
Tuhan memberkati

Tinggalkan Balasan