JANGAN KHAWATIR
Matius 6: 34
“Karena itu, janganlah kamu khawatir tentang hari esok, karena hari esok mempunyai kekhawatirannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”
“Tak kutahu kan hari esok namun langkahku tetap. Bukan surya kuharapkan, karena surya kan lenyap. O tiada kugelisah akan masa menjelang, kuberjalan serta Yesus maka hatiku tenang .…” adalah sebuah pujian dengan syair yang indah dan mampu menguatkan jiwa-jiwa. Namun siapa sangka bahwa pujian ini diciptakan oleh sesorang yang didiagnosis menderita kanker ganas.
Ia adalah Ira Forest Stanphill, ia merupakan penyanyi rohani sekaligus composer. Pada tahun 1976 ia didiagnosis menderita kanker otak. Diagnosa itu membuat dirinya hancur dan merasa hidupnya akan segera berakhir. Tetapi ia bangkit dari kegundahannya dan melangkah dengan mantap. Ia tetap teguh dalam imannya dan berserah kepada Tuhan.
Atas peristiwa yang dialami itu ia menciptakan sebuah lagu yang syair-syairnya begitu indah, menguatkan banyak orang di seluruh dunia. Stanphill masih hidup tujuh belas tahun setelah diagnosa itu. Ia tutup usia di tahun 1993 pada usianya yang kedelapan puluh tahun.
Betapa seringnya kekhawatiran menyedot energi kita, terutama saat mengalami masa-masa sulit. Tak sedikit yang semakin terpuruk atau melakukan hal-hal yang salah. Khawatir memang boleh, tetapi dikuasai kekhawatiran itu yang bertentangan dengan Allah. Kekhawatiran tak pernah menyelesaikan masalah atau membantu jalan hidup kita. Sebagai orang percaya, seharusnya kita bersikap seperti Stanphill tidak terpuruk dalam pergumulan melainkan berkata, “Hari esok Tuhan yang pegang.” Amin





