Jaga Kualitas

Renungan

Jaga Kualitas

  • 19 Mei 2022
  • 06:00 WIB
  • admin

Kamis, 19 Mei 2022

Lukas 14 : 34 – 35

Bagi kita yang tinggal di Indonesia, mungkin menjadi sebuah keanehan: garam kok tawar. Salah satu tafsiran mengatakan bahwa di daerah Palestina, garam diangkat dari Laut Mati dan mengandung unsur-unsur lain. Jika garam itu terguyur hujan, unsur garamnya akan larut dan terbawa air, yang tersisa ialah unsur yang lain. Nah, kalau sudah begini, ya, namanya bukan garam lagi. Hakikat garam adalah asin. Ketika mendengar kata ”garam”, yang muncul di benak kita biasanya adalah rasa asin. Sama halnya ketika kita mendengar kata gula, yang terbayang biasanya rasa manis. Garam berfungsi memberi rasa asin. Ketika garam kehilangan asinnya, dia akan kehilangan fungsinya. Apakah ada di antara kita yang masih mau menyimpan garam tawar?

Dengan tegas, Tuhan Yesus menyatakan: ”Siapa yang mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” Tuhan Yesus hendak mengatakan betapa penting bagi para murid-Nya untuk menjaga kadar asin mereka. Artinya para pengikut Kristus harus terus mengupayakan hidup berkualitas agar dapat menggarami dunia yang makin hambar ini. Mempertahankan rasa asin garam berarti mempertahankan kualitas hidup kita sebagai pengikut Tuhan. Siapkah kita mempertahankan kualitas hidup kita?
Amin.

Tuhan memberkati

Kategori:
admin
Tentang Penulis

admin

Tim Pelayanan Firman & Warta GKJ Rewulu

GKJ Rewulu

Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua

Bagikan Berkat

Bagikan artikel ini kepada keluarga & sahabat

Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Belum Ada Komentar

Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait