BERKAT HIKMAT
AMSAL 2:6-8
“Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya, sambil menjaga jalan keadilan, dan memelihara jalan orang-orang-Nya yang setia.”
Sering kita memahami karya Tuhan semata-mata dalam kaitannya dengan berkat-berkat material belaka. Misalnya saja ketika kita tidak punya cukup uang untuk membeli beras, tiba-tiba saja ada orang yang memberi uang untuk membeli beras maka di situlah kita merasa Tuhan melakukan karya-Nya dalam kehidupan kita. Atau kita yang kebingungan mencari tempat penginapan ketika di luar kota lalu ada seorang teman yang menawari kita untuk tinggal bersama di rumahnya secara gratis, di situlah juga kita menyakini bahwa Tuhan melakukan perbuatan ajaib-Nya bagi kita.
Amsal mengajar kita untuk tidak hanya mengaitkan karya Tuhan dengan berkat-berkat material saja. Ada hal lain yang telah Tuhan lakukan bagi kita yang bahkan jauh lebih penting, yaitu memberi hikmat agar kita bisa berjalan di jalan yang benar.
Tanpa hikmat, maka seorang berpengetahuan luas bisa menjadi penjahat. Tanpa hikmat, maka seorang pebisnis lihai bisa menjadi penipu. Tanpa hikmat, maka seorang penguasa dengan pendidikan yang tinggi bisa menjadi penindas rakyatnya sendiri.
Hikmat adalah berkat Tuhan bagi kita agar kita bisa berlaku “jujur” dan “tidak bercela”. Karya Tuhan yang patut kita syukuri dalam kehidupan kita tidak selalu terkait dengan hal-hal material. Hikmat juga merupakan karya ilahi yang patut kita syukuri. Maka mari saat ini tidak hanya meminta kepada Tuhan agar kekayaan kita bertambah, melainkan agar hikmat kita berlimpah-limpah. Tuhan Yesus memberkati. Amin.





