Hidup Jujur
AMSAL 14:2
“Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia.”
Ada seorang anak yang dimarahi oleh orang tuanya karena anak ini pulang dari sekolah larut malam. Anak ini memberi alasan belajar kelompok bersama teman-temannya, padahal dia jalan-jalan bersama teman-temannya. Bagaimana perasaan saudara sebagai orang tua? Mungkin marah dan kecewa dengan anak karena ia berani tidak jujur dengan orang tua.
Demikian juga setiap kita anak-anak Tuhan berkomitmen untuk menjadi anak-anak Tuhan yang takut akan Tuhan. Apa artinya? Takut akan Tuhan bukan berarti lalu kita bersembunyi dari Tuhan karena ketakutan dengan pribadi Tuhan, akan tetapi takut akan Tuhan identik dengan hati yang lurus, menolak segala perbuatan dan tindakan yang berkaitan dengan keinginan daging beserta segala hawa nafsunya dan hidup dalam kejujuran.
Dan dalam ayat ini Amsal 14:2 juga menjelaskan bahwa menuruti keinginan daging beserta segala hawa nafsunya membawa kita dalam kesesatan yang selalu menggoda kita untuk melanggar kehendak Tuhan dan pada akhirnya jatuh dalam ketakutan dan menjauhkan diri dari kejujuran.
Syarat untuk bisa melekat dengan Tuhan adalah harus hidup jujur dan tulus. Artinya harus menjadi orang yang terbuka dihadapan Tuhan, semua yang menjadi rasa dan hidup kita percayakan penuh kepada Tuhan. Begitu juga jujur dengan sesama kita. Kejujuran tidak hanya menunjukkan ketulusan hati, tetapi juga sikap menghormati sesama kita. Ketika seseorang berdusta, sebenarnya sedang menghina Tuhan Yang Mahatahu. Memang bersikap jujur bagi dunia dipandang sebuah kebodohan tetapi tidak di mata Tuhan. Orang jujur menunjukkan kesetiaan dan kebaikan di hadapan Tuhan. Maka hiduplah dalam kejujuran, jangan berdusta baik dengan Tuhan maupun sesama. Tuhan Yesus memberkati. Amin.





