DIHAJAR UNTUK BELAJAR
Selasa, 7 September 2021
Ibrani 12 : 7 – 11
Dalam perjalanan hidup kita, tentunya kita pernah dimarahi oleh orang tua/guru kita. Atau sebaliknya kita pernah memarahi anak-anak kita. Biasanya hal ini terjadi karena ada perbuatan yang tidak sesuai sehingga kita memarahi/dimarahi dengan tujuan supaya di lain kesempatan hal serupa tidak terulang kembali. Tentunya marah di sini bukan marah yang penuh nafsu, tapi marah yang terkendali sebagai salah satu cara mendidik.
Dalam bacaan Ibrani hari ini disebutkan bahwa Tuhan mendidik kita seperti orang tua yang mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang. Penuh kasih sayang bukan berarti tidak ada hajaran. Ada kalanya didikan dilakukan dengan cara menghajar. Allah menghajar manusia melalui berbagai peristiwa hidup, bukan karena Allah ingin manusia sengsara. Tetapi melalui didikan ini Allah ingin supaya kita tidak menjadi anak-anak yang gampang, tetapi kita menjadi anak-anak yang tangguh, yang setia kepada Tuhan. Kita dihajar agar kita belajar untuk menjadi lebih baik.
Memang ketika dihajar rasanya tidak enak. Ada rasa sakit, kecewa, marah, terluka. Tapi dari sana kita bisa belajar untuk melihat dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan. Dan nanti di kelak kemudian hari kita mendapatkan buah kebenaran dari proses didikan kita ini. Mungkin saat ini kita sedang dihajar oleh Tuhan melalui berbagai pergumulan hidup kita, ingatlah bahwa melalui pergumulan ini Tuhan mendidik kita agar kita belajar semakin dekat, melekat, dan taat kepada Tuhan. Amin.
Tetap taati prokes
Tuhan memberkati





