DATANG
Selasa, 16 Maret 2021
Yohanes 3 : 19 – 21
Pada suatu hari seorang penginjil dan tukang cukur berjalan sambil berbincang melalui daerah kumuh di sebuah kota.
Tukang cukur itu berkata : Lihat, inilah sebabnya saya tidak dapat percaya ada Tuhan yang penuh kasih. Jika Tuhan itu baik seperti yang engkau katakan, Ia tidak akan membiarkan semua kemiskinan, penyakit, dan kekumuhan ini. Saya tidak dapat percaya ada Tuhan yang mengijinkan semua ini terjadi.
Penginjil itu diam saja sampai mereka bertemu dengan seseorang yang benar-benar kotor dan bau, rambut dan jenggotnya panjang karena sudah lama tidak dicukur. Kata penginjil itu: Anda tidak bisa menjadi seorang tukang cukur yang baik kalau anda membiarkan orang seperti dia hidup dengan rambut dan janggut yang tak terurus.
Merasa tersinggung, tukang cukur itu menjawab: Mengapa menyalahkan saya atas keadaan orang itu? Ia tidak pernah datang ke tempat saya. Kalau dia datang, saya bisa saja merapikannya dan membuat ia tampak rupawan.
Sambil melihat dengan tenang kepada tukang cukur itu, penginjil itu berkata: Karena itu, jangan menyalahkan Tuhan, karena sebenarnya Ia terus-menerus mengundang mereka untuk datang, tapi mereka yang tidak datang kepadaNya.
Ilustrasi di atas menggambarkan kehidupan kita. Tuhan sudah memanggil kita berulang kali, bahkan Ia berkenan untuk mendekat, tapi justru kita yang abai dengan panggilanNya, kita yang tidak datang mendekat kepadaNya sehingga kita tidak merasakan damai sejahtera. Seringkali persoalan hidup yang kita tanggung bukan karena Tuhan tidak mengasihi kita, tetapi karena kita yang tidak mengasihi Tuhan.
Selamat berefleksi
Tetap jaga kesehatan jiwa raga
Tuhan memberkati





