Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Cerdik boleh, Culas jangan!

Kejadian 27 : 34-35 Sesudah Esau mendengar perkataan ayahnya itu, meraung-raunglah ia dengan sangat keras dalam kepedihan hatinya serta berkata kepada ayahnya: “Berkatilah aku ini juga, ya bapa! Jawab ayahnya: “Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah merampas berkat yang untukmu itu.”

Kisah Yakub dengan saudara dan keluarganya memang menarik untuk disimak, dia seorang yang cerdik namun memanfaatkan kecerdikannya untuk keuntungan dirinya semata, ia menggunakan itu untuk mendapatkan keuntungan dari orang-orang disekitarnya tanpa ragu untuk membuat orang lain merugi.

Memang benar di bagian lain disebutkan bahwa kita harus memiliki kecerdikan, namun itu belum titik, tetapi kita juga harus tulus. Hanya saja saat ini rasanya menjadi orang yang tulus itu melelahkan, justru orang-orang yang memiliki ketulusan sering dimanfaatkan untuk kepentingan sesaat semata, akhirnya semakin sedikitlah orang yang mau bersikap tulus dan orang menjadi semakin individualis.

Kecerdikan tanpa ketulusan akan membuat kita menjadi pribadi yang culas, mau menang sendiri dan sangat mungkin menjadi raja yang tega karena tidak peduli dengan situasi orang lain. Oleh karena itu, kedua hal ini harus berjalan beriringan agar menjadi bekal yang baik untuk hadir di tengah masyarakat. Kita dapat hadir dengan menjaga diri dan memaksimalkan keuntungan kita tanpa harus merugikan orang lain atau berbuat jahat. Kita dapat sama-sama berkembang dan saling tolong menolong untuk keluar dari persoalan dengan menggunakan kecerdikan dan ketulusan. Maukah kita berubah menjadi cerdik dan sekaligus tulus?

Selamat pagi, selamat beraktivitas, Tuhan memberkati kita semua.

Tinggalkan Balasan