Berdoa dengan Rendah Hati
Nehemia 1:5-6
“kataku: “Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya, berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa.”
Siapakah Nehemia itu?
Nehemia adalah seorang Israel yang lahir di negara asing, tetapi dia dapat menjadi berhasil di negara asing. Dia menjabat juru minum raja, dimana merupakan suatu jabatan yang tinggi pada waktu itu. Dia adalah seorang kepercayaan raja yang selalu berada dekat raja, karena perkejaannya adalah mencicipi semua makanan dan minuman raja sebelum disuguhkan pada raja. Nehemia tinggal dengan segala kemewahan. Namun pada suatu ketika Nehemia mempunyai beban yang besar terhadap bangsa Israel, ia sungguh merasakan kesedihan yang mendalam ketika mendengar berita tentang keadaan tembok Israel yang runtuh. Lalu ia berdoa dengan hati yang penuh beban. Sekalipun Nehemia hidupnya enak, Nehemia tidak bisa tenang, selama bangsanya sendiri menderita. Disinilah doa Nehemia itu dimulai. Sebuah doa yang di dasarkan oleh beban yang sangat dalam. Nehemia tidak sekedar berdoa dengan bibirnya, tetapi Nehemia berdoa dengan kerendahan hatinya.
Doa Nehemia adalah menyerahkan keadaaan bangsa nya yang menderita kepada Tuhan, bahkan memohon kepada Tuhan dengan kerendahan hatinya untuk mendengar doanya supaya Tuhan mengabulkan doa yang dipanjatkannya.
Saudara, bagaimana dengan kita? Sudahkah memiliki rasa empati dengan kesusahan orang lain?
Lalu bagaimana dengan doa-doa yang kita panjatkan setiap harinya, sudahkah penuh dengan kerendahan hati, ataukah masih menuntut Tuhan untuk memenuhi keinginan kita? Mari kita belajar untuk berempati dengan kondisi sesama kita. Dan juga belajar untuk berdoa dengan rendah hati, tidak menuntut Tuhan tetapi ikut dan berserah kepada jalan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Amin





