Berbenah Diri
Lukas 13: 6-9
Melalui perikop yang kita baca tentang perumpamaan pohon ara yang tidak berbuah kita belajar untuk kembali berefleksi tentang kehidupan kita sejauh ini. seringkali kita sebagai manusia yang mengklaim diri sebagai anak Tuhan. Mengaku sebagai umat yang patuh terhadap ajarannya dan melakukan segala kehendaknya dengan beribadah. Namun apakah kita menyadari bahwa menjadi umat Tuhan harus bendampak. Berbicara mengenai kasih yang Tuhan ajarkan, adalah berbicara tentang bagaimana hidup kita berguna, berdampak dan berbuah bagi orang lain.
Ketika hidup kita tidak berbuah dan berdampak bagi orang lain, pantaskah kita menyebut diri sebagai pengikutNya? Mungkin sepanjang hidup, kita seperti pohon ara yang kering, yang tidak berguna bagi sekitar. perilaku kita tidak menyegarkan lingkungan sekitar, perilaku kita tidak menggambarkan kasih. perilaku kita kering di tengah masyarakat. Dengan demikian maka yang seharusnya kita terima adalah penghukuman, seperti pohon ara yang harusnya ditebang dan dipotong oleh Tuhan.
Namun melalui pertobatan dan berbenah diri, kita diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memperbaiki kesalahan kita. Kita diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mengusahakan perubahan hidup dengan usaha-usaha yang ditunjukan pekerja dalam bacaan kita diatas. Kita harus bekerja lebih keras untuk mencangkul, memberi pupuk dan menanam hal-hal baik. Sampai kapan kita akan menjadi pohon ara yang kering, tidak berguna dan tidak berbuah? melalui refleksi ini kita diingatkan untuk berbenah diri dan jauh dari kehidupan lama, kita diingatkan untuk bertobat agar hidup kita kembali segar seperti pohon ara sehat dan berbuah bagi sesama. Amin





