Bantuan Tepat Waktu
2 Samuel 16:1-2
“Ketika Daud baru saja melewati puncak, datanglah Ziba, hamba Mefiboset, mendapatkan dia membawa sepasang keledai yang berpelana, dengan muatan dua ratus ketul roti, seratus buah kue kismis, seratus buah-buahan musim panas dan sebuyung anggur. Lalu bertanyalah raja kepada Ziba: “Apakah maksudmu dengan semuanya ini?” Jawab Ziba: “Keledai-keledai ini bagi keluarga raja untuk ditunggangi; roti dan buah-buahan ini bagi orang-orangmu untuk dimakan; dan anggur ini untuk diminum di padang gurun oleh orang-orang yang sudah lelah.”
Di sebuah desa ada sebuah keluarga yang harus menjalani isolasi mandiri di rumahnya akibat terinfeksi virus Covid-19, alih-alih menyebarkan gosip dan menjauhi mereka, para tetangganya secara rutin meletakkan makanan di depan rumahnya. Bahkan beberapa kali mereka juga menanyakan makanan favoritnya. Mereka juga tidak segan membantu berbelanja kebutuhan lain yang mereka perlukan, seolah mendukungnya untuk segera sembuh.
Mengulurkan tangan untuk meringankan beban orang lain yang kesusahan juga dilakukan oleh Ziba, hamba Mefiboset ketika Daud sedang dalam pelarian akibat pemberontakan anaknya, Absalom. Dari kisah Ziba ini kita melihat. Bantuan yang kita berikan pada saat yang tepat bukan hanya melegakan perasaan orang yang kita tolong, melainkan juga menjadi “oase” yang menyegarkan bagi orang yang sedang tertekan sehingga ia dapat menatap hari selanjutnya dengan lebih bersemangat.
Ketika kebanyakan orang cenderung “dingin” dan tidak lagi peka terhadap permasalahan orang lain, kita sebagai orang percaya, sebagai umat Tuhan hendaknya selalu mengutamakan kasih dengan bertanya kepada diri kita, “Siapa orang yang Tuhan mau saya bantu hari ini?”
mari kita membuka hati bagi Tuhan sehingga panggilan-Nya untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan dapat kita penuhi sebaik-baiknya, tanpa mengeluh sedikit pun karena bagaimanapun, sudah selayaknya kita yang telah mengecap kebaikan-Nya membagikan berkat yang Dia berikan kepada siapa saja yang sedang dilanda kesukaran sehingga Allah yang penuh kasih dapat nyata di tengah-tengah mereka. Mari kita menyadari sentuhan kasih Tuhan dalam hidup kita adalah landasan kita untuk bergemar membantu sesama. amin





