Aku Rindu
Mazmur 84
Nats ayat 3 : “Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.”
Rindu. Perasaan yang sering muncul ketika dalam diri seseorang, yaitu keinginan besar dan sangat diharapkan, misalnya keinginan untuk bertemu. Sudah lama tidak berjumpa dengan anak yang jauh muncullah perasaan rindu ingin bertemu, atau mungkin saudara yang jauh dengan orang tua tidak jarang juga muncul perasaan rindu, bahkan dengan orang yang sudah meninggalkan kita untuk selamanya kerap sekali muncul perasaan rindu di dalam hati kita. Apa yang kita lakukan ketika kita merindukan mereka? Kalau mereka masih ada, pasti kita akan menelepon mereka atau mengatur waktu untuk bisa berjumpa dengan mereka. Kalau memang mereka sudah tiada mungkin kita kembali mengingat memori tentang mereka. Ada satu hal yang kita lakukan dengan sadar yaitu mencari supaya kerinduan ini bisa segera terobati.
Dalam mazmur 84 ini Bani Korah menuliskan bahwa pemazmur merasakan kerinduannya yang mendalam akan rumah TUHAN. Bahkan Pemazmur menggambarkan “jiwanya begitu hancur” karena merindukan TUHAN. Disini memperlihatkan bahwa Pemazmur ingin kehidupan rohaninya dipuaskan akan kehadiran Allah. Pemazmur juga mengatakan bahwa orang-orang yang selalu mencari TUHAN akan mengalami pertumbuhan iman. Intinya adalah setia dalam mencari TUHAN. Tentu TUHAN tidak pernah meninggalkan kita, tetapi sering kali kita melupakanNya. Maka saat ini, kita kembali diingatkan adakah sebuah merinduan kepada TUHAN dalam hati kita untuk semakin dekat dan erat dengannya? Punyakah waktu setiap hari untuk mencari TUHAN dan keinginan untuk selalu dekat dengan-Nya? Karena di dalam TUHAN kita akan merasakan keteduhan dan ketenangan.
Mari saudara, carilah TUHAN setiap harinya dalam kerinduan kita, karena Ia memberikan keteduhan dan ketenangan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.





