Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Ajari Aku Untuk Setia!

Ulangan 4: 1-14

Ketika menengok kembali, hari demi hari, tahun demi tahun, tidak terasa bahwa Tuhan dengan kebaikanNya mengijinkan kita untuk dapat menikmati hal-hal baik dalam hidup kita. KesetiaanNya dapat kita rasakan ketika kita menyadari bahwa di dalam setiap langkah kehidupan ini, selalu ada karya yang Ia nyatakan. Ketika kita sedang merasa tanpa arah, Ia bersedia menuntun dan membantu kita jalan keluar. Ketika kita sedang berduka, Ia hadir menyatakan pertolongan. Masih banyak lagi kesetiaan yang Tuhan hadirkan kepada kita, membuat kita kagum bahwa Ia sungguh menyertai dan menuntun kita dengan penuh kesetiaan. CintaNya mengajarkan kepada kita untuk setia!

Namun bagaimana dengan kita? Apakah kita selalu merespon kesetiaan Tuhan dengan tindakan setia juga? Belajar dari umat Israel ketika mereka akan memasuki tanah perjanjian, mereka diingatkan kembali untuk memiliki kesetiaan penuh pada Allah. Allah menuntut umatNya untuk menaruh cinta mereka kepada satu cinta, yakni kepadaNya saja, bukan kepada cinta-cinta yang lain (ilah-ilah). Segala ketetapan yang sudah diajarkan dan dinyatakan melalui Musa (Cth: 2 loh batu), itu murni kehendak Allah, maka umat diminta untuk tetap setia memelihara ketetapan tersebut dalam laku hidup mereka. Biarlah segala ketetapan itu menjadi pedoman untuk menjalani hidup dalam koridor Allah, berjalan sesuai dengan kehendakNya! Belajar untuk setia!

Menjadi pribadi yang setia memang tidak mudah. Namun mari kita upayakan untuk mewujudnyatakan kesetiaan dengan senantiasa mengingat betapa banyaknya hal-hal baik yang Allah nyatakan kepada kita. Marilah kita meresponnya dengan penuh rasa syukur, serta mengupayakan laku hidup kita untuk dapat hidup setia, senantiasa menyerahkan hidup kita pada tuntunan belas kasihNya. Lantas, maukah kita untuk terus mengupayakan hidup setia dalam keberserahan penuh padaNya? Kiranya Allah Sang Sumber Cinta meneguhkan kita serta memampukan kita untuk mewujudnyatakan kesetiaan itu. Amin.

Tinggalkan Balasan