9 Agustus 2020 – Percaya Akan Rancangan Tuhan

Info Ibadah

Tanggal Ibadah 9 Agustus 2020
Pelayan Firman Pdt. Elizabet Emilia Putri, S.Si
Bahasa Pengantar Bahasa Indonesia

Deskripsi:

Saudara-saudari yang terkasih,

Saat ini saya mau mengajak saudara sekalian untuk memuji Tuhan dan sambil menghayati maknanya dari KJ 410:1-2 “Tenanglah Kini Hatiku”.

1. Tenanglah kini hatiku: Tuhan memimpin langkahku.

Di tiap saat dan kerja tetap kurasa tanganNya.

Reff:

Tuhanlah yang membimbingku; tanganku dipegang teguh.

Hatiku berserah penuh; tanganku dipegang teguh.

2. Di malam yang gelap benar, di taman indah dan segar,

di taufan dan di laut tenang tetap tanganku dipegang.

Reff:

Tuhanlah yang membimbingku; tanganku dipegang teguh.

Hatiku berserah penuh; tanganku dipegang teguh.

 

Pujian ini mengungkapkan tentang penghayatan iman penyair yang merindukan sebuah ketenangan di dalam batin dan hidupnya. Kerinduannya adalah hidup dalam ketenangan, jauh dari rasa takut dan khawatir. Dan hal yang luar biasa adalah ketika penyair percaya bahwa ketenangan dapat ia terima ketika ia berserah dan percaya kepada Tuhan yang senantiasa memegang dan menolongnya. Karena hanya Tuhanlah sumber ketenangan.

Tentu pujian ini juga bisa mewakili perasaan kita. Kita sering merasakan takut dan khawatir dalam berbagai macam hal yang terjadi di dalam kehidupan kita, banyak ketidakpastian, sehingga kita merindukan sebuah ketenangan hati.

Ternyata tidak hanya kita, bahkan dalam bacaan kita saat ini, para murid Yesus pun sedang merasakan takut dan khawatir. Apa yang menjadikan mereka takut dan khawatir?

Pada saat itu setelah Yesus memberi makan untuk 5000 ribu orang lebih dengan 5 roti dan 2 ikan, Yesus menyuruh para murid untuk mendahului-Nya dalam melanjutkan perjalanan dengan naik perahu. Sementara Yesus naik ke bukit untuk berdoa seorang diri. Ditengah perjalanan para murid yang jaraknya sudah cukup jauh (beberapa mil dari pantai), tiba-tiba perahu mereka terombang-ambingkan gelombang karena anging sakal. Lalu datanglah Yesus kepada mereka, dan Yesus berjalan di atas air. Mereka terkejut, berteriak ketakutan ketika melihat Yesus berjalan di atas air, karena mereka mengira Yesus adalah hantu. Tetapi Yesus berkata kepada mereka : “Tenanglah, Aku ini, jangan takut!” (ayat 27).

Petrus, secara spontan, meminta izin agar dapat menjumpai Tuhan Yesus dengan berjalan di atas air. Yesus pun mengizinkan. Dengan penuh percaya kepada Yesus, Petrus dapat berjalan di atas air. Namun, ketika ia merasakan tiupan angin, ia pun menjadi bimbang, takut dan mulai tenggelam. Lalu Petrus berteriak minta tolong kepada Yesus: ”Tuhan, tolonglah aku!”(Ayat 30). Yesus pun segera menolong, mengulurkan tangan-Nya dan memegang dia serta berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” (ayat 31). Melihat itu semua, para murid menyembah Yesus sambil mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Ada beberapa hal yang perlu kita renungkan bersama-sama dari kalimat “Tenanglah, Aku ini, Jangan takut!” (Ayat 27) yang disampaikan oleh Yesus :

  1. TENANGLAH. Tentu dari kalimat ini mengartikan bahwa Yesus tahu betul apa yang dirasakan oleh para murid pada saat itu walaupun secara jarak mereka terpisah jauh beberapa mil. Para murid sedang dalam kondisi tidak tenang karena rasa takut dan khawatir, bahkan takut dengan kematian, karena perahu yang mereka naiki hampir tenggelam akibat terombang-ambingkan karena angin sakal.
  2. Yesus menambah dengan kalimat, AKU INI. Disini Yesus mau menyatakan bahwa Ia ditengah-tengah mereka dan memberikan jaminan kepastian kepada mereka kalau Ia hadir bersama dengan mereka
  3. JANGAN TAKUT. Memberikan jaminan kepastian kepada mereka bahwa mereka dapat menghadapi persoalan tersebut karena Yesus akan menglurkan tangan-Nya dan menolong mereka. Ia sendirilah yang akan memberikan ketenangan bagi mereka.

Lalu bagaimana dengan hidup kita saat ini, apakah kalimat yang disampaikan Yesus : “Tenanglah, Aku ini, Jangan takut!” masih berlaku bagi hidup kita saat ini ketika terjadi persoalan dan banyak ketidakpastian?

Seringkali ketika menjalani hidup, kita mengandalkan kekuatan kita sendiri, pikiran kita sendiri, mengandalkan orang lain, bahkan materi dan kita melupakan Tuhan. Maka ketika persoalan terjadi, meragukan kuasa Tuhan, sehingga rasanya sangat berat, dan tidak jarang banyak yang jatuh dalam keputusasaan (seperti yang dialami Petrus ketika mulai meragukan Yesus). Tetapi dalam kisah ini Yesus mau mengingatkan kepada kita bahwa ketika kita percaya kepadaNya, RancanganNya indah untuk kita yaitu dengan memberikan ketenangan dan pertolongan tepat pada waktuNya (seperti dalam pujian tenanglah kini hatiku yang tadi sudah kita pujikan bersama-sama). Ketika kita percaya kepada Yesus, berserahlah dan jangan takut! Karena Ia memberikan rancangan yang baik bagi kita yaitu mengulurkan tanganNya, tidak membiarkan kita berjalan sendiri dan pertolongan tepat pada waktuNya. Maka kini, Tenanglah! Jangan Takut! Dan Percayalah! Tuhan senantiasa beserta kita dan RancanganNya baik untuk kita. Amin.

DOWNLOAD PDF Liturgi 9 Agustus 2020