26 Juli 2020 – Hidup Dalam Visi Kerajaan Allah

Info Ibadah

Tanggal Ibadah 26 Juli 2020
Pelayan Firman Pdt. Elizabet Emilia Putri, S.Si.
Bahasa Pengantar Bahasa Indonesia

Deskripsi:

Saudara yang terkasih,

Berbicara mengenai Kerajaan Allah banyak orang yang berfikir bahwa Kerajaan Allah atau Sorga ini mengenai suatu realitas yang dinantikan atau dinikmati orang-orang Kristen pada waktunya nanti sesudah kematian. Tetapi pertanyaannya apakah hanya berhenti dengan pengertian yang demikian?

Selama 3 minggu ini dalam ibadah keluarga kita diajak untuk merenungkan kembali tentang Kerajaan Allah atau Kerajaan Sorga melalui perumpamaan-perumpamaan. Minggu ini kita akan kembali merenungkan Kerajaan Allah atau Kerajaan Sorga melalui lima perumpamaan yang diutarakan Yesus kepada para ahli Taurat yaitu perumpamaan biji sesawi, ragi, harta yang terpendam, mutiara, dan yang terkahir perumpamaan pukat.

  1. Perumpamaan Biji Sesawi

Biji sesawi ini adalah benih yang paling kecil tetapi ketika benih ini tumbuh, ia bisa tumbuh menjadi pohon yang besar sehingga banyak burung-burung dapat bersarang pada cabang-cabangnya. Disini Yesus mau memperlihatkan bahwa menjadi warga Kerajaan Allah itu bukan bukan tentang hal yang megah dan mewah, tetapi dari hal kecil yang bisa menjadi besar dan berguna bagi yang lain. Begitu juga dengan point yang kedua, yaitu Ragi,

  1. Perumpamaan Ragi

Kita tahu ragi memiliki sifat mengubah atau mempengaruhi benda yang lain (kalau dalam bacaan kita yaitu ragi yang dicampurkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya). Ragi kunci dalam pembuatan roti yang digunakan supaya adonan tepung dapat mengembang. Artinya bahwa ketika kita berbicara mengenai Kerajaan Allah, berarti kita harus bisa membawa pengaruh yang baik bagi kehidupan sekitar kita.

  1. Perumpamaan Harta yang terpendam

Dikisahkan ditemukan harta terpendam di ladang. Lalu orang yang menemukan harta itu merasa sukacita dan ia pergi untuk menjulan seluruh miliknya untuk membeli ladang itu, ladang yang ditemukan harta terpendam. Karena saking berharganya maka orang yang menemukan harta itu rela mengorbankan semua yang dimilikinya untuk dijual dan membeli ladang itu supaya harta terpendam itu menjadi miliknya. Artinya bahwa ketika kita berbicara mengenai Kerajaan Sorga maka kita memulai dari hidup kita yang mencerminkan warga Kerajaan Sorga yang memiliki pola hidup penuh dengan sukacita dan rela berkorban. Kerajaan Allah tidak hanya mengenai sukacita duniawi tetapi tentang sukacita surgawi yang dengan rela melepaskan harta duniawi untuk tujuan hidup yang mulia dan kekal.

  1. Perumpamaan mutiara

Dikisahkan terdapat pedagang yang bersedia mencari mutiara yang indah dan merelakan seluruh harta yang telah ia miliki untuk membeli mutiara tersebut. Disini ada pola hidup tentang mengetahui dan dapat menempatkan hal yang paling bernilai di tempat yang paling utama.

  1. Perumpamaan Pukat

Dikisahkan tentang pukat yang dilabuhkan di lautan lalu melalaui pukat itu terkumpullah banyak jenis ikan dan diseretnya ke pantai. Lalu sang nelayan memisahkan ikan-ikan itu, yang baik dimasukan di dalam pasu tetapi yang tidak baik dibuang. Perumpamaan ini berbicara mengenai dua hal yaitu yang pertama ada sebuah penghakiman terkahir dimana ada pemisahan yang baik dan yang tidak baik untuk menerima anugerah atau hukuman yang sesuai. Dan yang kedua adalah tentang hidup saat ini yang harus dijalani yaitu hidup menjadi anak-anak Allah yang baik, hidup dalam kebenaran.

Saudara yang terkasih dari perumpamaan-perumpamaan diatas sebenarnya mau memperlihatkan kepada kita bahwa hal kerajaan Allah ini memiliki sifat kekal dan sungguh berharga. Artinya keselamatan yang diwartakan oleh Kerajaan Allah itu memiliki sifat kekal dan berharga. Setelah Yesus memberikan pengajaran tentang Kerajaan Allah melalui perumpamaan itu, Yesus mengakhirinya dengan sebuah pertanyaan : “Mengertikah kamu semuanya itu?” (ayat 51). dan ayat 52 Yesus melanjutkan dengan memberikan perutusan untuk menyatakan kerajaan Allah. Maka yang perlu kita lakukan saat ini adalah tidak hanya berhenti menerima keselamatan yang Allah anugerahkan tetapi melakukan perutusan-Nya yaitu menghadirkan kerajaan Allah di dalam kehidupan kita melalui pola hidup yang benar. Tidak hanya sekedar berhenti dengan pemahaman hal yang nanti akan terjadi ketika kehidupan kita sudah berakhir juga tidak hanya berbiacara tentang hari penghakiman dimana kita mendapatkan anugerah keselamatan yang kekal.

Pola hidup yang bagaimanakah yang perlu kita wujudkan dalam kehidupan kita untuk menghadirkan Kerajaan Allah yaitu meawrtakan keselamatan?

  1. Menjadi anak-anak Allah yang berguna bagi orang lain (menjadi berkat)
  2. Menjadi anak-anak Allah yang memberikan dampak atau pengaruh yang baik baik orang lain
  3. Menjadi anak-anak Allah yang rela berkorban
  4. Menjadi anak-anak Allah yang hidup dalam kebenaran Allah
  5. Menjadi anak-anak Allah yang setia kepada Allah sampai akhir

Itulah yang perlu kita perjuangkan di dalam kehidupan kita, untuk hidup di dalam visi Kerajaan Allah yang menghadirkan hidup di dalam kebenaran dan damai sejahtera. Tuhan Yesus memberkati. Amin.