Info Ibadah
Deskripsi:
UNDUH PDF: Liturgi 16 Agustus 2020
Allah adalah Allah yang transenden. Dia Maha Besar, Maha Mulia, Maha Kasih, Maha Hadir, Maha Kuasa, dll. Begitu besar melampaui segala yang ada, hingga tidak mungkin manusia dapat menjangkau dan menyelami Allah dengan sempurna. Tetapi, kita juga harus bersyukur karena Allah yang transenden ini juga adalah Allah yang imanen, Allah yang begitu dekat dengan kita. Ia menyatakan diri dan mendekatkan diriNya kepada manusia melalui karya keselamatan dan melalui peristiwa-peristiwa yang dilalui manusia.
Manusia dapat merasakan kehadiran Tuhan melalui karya-karyaNya. Namun karena keterbatasan manusia, sering kali manusia mempertanyakan kehadiran Tuhan di masa-masa sulit yang sedang dihadapi. Hidup terasa berat, ingin berontak, protes, sambat, merasa tidak terima, tidak dapat melihat kasih Allah karena tertutup pemahaman pribadi. Karena itu, kita harus sering diingatkan dan dikuatkan untuk dapat menghayati dan merasakan kehadiran cinta kasih Tuhan dalam kehidupan kita. Melalui Ibadah Keluarga Minggu lalu, kita diajak untuk percaya pada rancangan Tuhan yang mendatangkan damai sejahtera, dan dalam Ibadah Keluarga saat ini kita diajak untuk lebih mendalaminya lagi, yaitu menghayati rencana kasih Allah dalam kehidupan kita. Kita diajak untuk menghayati bahwa Allah turut hadir dalam setiap peristiwa kehidupan manusia.
Kejadian 45: 1 – 15 akan menghantar kita untuk menghayati rencana kasih Allah dalam kehidupan Yusuf. Walau perjalanan hidup Yusuf tidak mudah, tetapi ia tetap setia melakukan kehendak Tuhan. Yusuf begitu disayang oleh ayahnya. Hal ini membuat saudara-saudaranya menjadi sangat membencinya dan menjualnya. Perubahan besar terjadi dalam kehidupan Yusuf, yang tadinya disayang kemudian dibuang. Oleh saudara-saudaranya Yusuf dijual ke orang Midian, lalu dijual lagi ke Potifar. Yusuf kembali diuji melalui istri Potifar yang menginginkannya, dan karena menolak, Yusufpun dimasukkan ke penjara. Di dalam penjara Yusuf berhasil mengartikan mimpi juru minuman, juru roti, dan juga Raja Firaun yang kemudian menjadikannya salah seorang orang terpenting di Mesir. Dalam melaksanankan tugasnya, Yusuf tidak menjadi sewenang-wenang. Bahkan ketika sudah sukses dan ia bertemu kembali dengan saudara-saudaranya, ia tidak menaruh dendam, tidak ada rasa benci dan marah dalam dirinya.
Yusuf mampu menghayati peristiwa-peristiwa menyakitkan pada masa lalu tidak lepas dari rencana kasih Allah. Kejadian 45: 5 “Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.” Dan lembut, dia justru menghibur saudara-saudaranya. Kejadian 45: 7 “Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong.” Yusuf menyikapi setiap peristiwa kehidupan dengan bijak, terutama kesusahan dan penderitaan. Yusuf mampu mengolah hal buruk menjadi sesuatu yang baik. Dia tidak melupakan perlakuan saudara-saudaranya. Dia ingat benar bahwa saudara-saudaranya telah menjualnya. Namun, Yusuf memiliki cara pandang yang berbeda dalam melihat nasib buruk yang dialaminya selama menjadi budak di Mesir. Ia mampu melihat bahwa semua yang telah terjadi adalah rencana dan cara Allah. Yusuf dapat berefleksi bahwa dalam kesulitan yang pernah dialami, Tuhan ada dan berkarya menuntunnya untuk menolong dan menyelamatkan banyak orang.
Hidup itu misteri. Sering kali kita bertanya-tanya tentang keadaan yang menimpa kita. Mengapa hal ini terjadi? Mengapa harus terjadi kepada saya? Apakah Tuhan tidak mengasihi saya? Apakah Tuhan meninggalkan saya? Apa rencana Tuhan untuk hidup saya? Dan kita sering kali tidak menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu. Peristiwa-peristiwa yang menyakitkan pada masa lalu tidak lepas dari rencana kasih Allah. Kita pernah ditipu, dilukai, disakiti, dikhianati. Memang menyakitkan, tapi saat ini kita belajar dari Yusuf untuk dapat melihat kehadiran Allah melalui kepingan peristiwa yang menyakitkan dalam hidup kita. Melalui peristiwa-peristiwa itu Tuhan mengajar kita untuk menjadi pribadi yang lebih bijak dan berhikmat, dan membuat kita lebih kuat untuk menerima berkat rencana Tuhan yang lebih indah dari bayangan kita. Kita tidak bisa menyelami rencana Tuhan dalam kehidupan kita. Namun satu yang pasti, Tuhan yang Maha Kasih dan tak terselami itu mempunyai rencana yang indah untuk kita.
Ibarat menyusun puzzle, begitulah manusia melihat secara utuh kehidupannya melalui kepingan-kepingan peristiwa yang disusunnya. Cara Allah dalam bertindak untuk menyatakan karya kasih-Nya bisa dalam wujud kebahagiaan, tetapi terkadang dalam wujud yang menyakitkan di mata manusia, tidak sesuai dengan pikiran dan harapan manusia. Sering kali kita tidak bisa melihat kasih Tuhan ketika menapaki kehidupan. Namun pada akhirnya ketika kepingan-kepingan sudah tersusun, kita akan melihat ternyata peristiwa-peristiwa yang kita lalui membuat lukisan yang indah bagi kita, seperti susunan puzzle yang terbentuk indah.
Mari kita belajar dari Yusuf yang dapat menghayati hadirNya Tuhan dalam setiap peristiwa kehidupannya, termasuk dalam penderitaan sekalipun. Mari kita juga menghayati bahwa Tuhan hadir dalam setiap peristiwa hidup kita, baik yang menurut kita membahagiakan, maupun yang menurut kita menyakitkan. Tetaplah setia melakukan kehendak Tuhan. Walau jalan Tuhan sering tak terselami, namun percayalah Tuhan selalu hadir dan menuntun dalam setiap kepingan peristiwa hidup kita dan nantinya akan tersusun menjadi lukisan puzzle kehidupan yang indah. Amin.