Warta Gereja โ€ข Renungan โ€ข Kegiatan

GKJ Rewulu

๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ท๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ธ ๐—ฃ๐—ถ๐—ธ๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ

Selasa, 14 Juli 2020

โ€œMaria menjawab malaikat itu, “Mereka telah mengambil mayat Tuhanku dan aku tidak tahu di mana mereka meletakkan Dia.โ€ (Yohanes 20:13)

Apa salahnya jika Tuhan diambil orang? Apa tidak justru bahagia karena
artinya orang lain ikut menjadi percaya kepada Tuhan kita? Agaknya Maria
tidak merasakan demikian. Saking cintanya, Maria sampai kesulitan untuk
menerima kalau jasad Yesus hilang. Dia mengira jika orang yang mengambil
memang akan memperburuk citra Yesus. Dengan diambil, dihilangkan, tubuh
itu kemudian tidak akan bisa dikabarkan jika bisa bangkit dari maut. Maria
lupa bahwa Tuhan Yesus itu, kuasaNya melampaui logika berpikirnya.
Tuhan Yesus tidak dibelenggu oleh logika berpikir manusia yang dangkal.

Cara berpikir demikian juga banyak dimiliki oleh orang beragama. Merasa
jika atribut-atribut agamanya diejek atau diremehkan, dia lalu sakit hati
karena merasa seolah Tuhannya yang disakiti. Padahal yang sakit hati itu
adalah dirinya sendiri. Memang atribut agama itu penting, tetapi itu bukan
Tuhan. Atribut-atribut itu sesungguhnya hanyalah rekaan-rekaan yang dibuat
untuk memudahkan manusia untuk memahami bagaimana beragama.

Melalui Injil Yohanes pada saat ini kita bisa belajar akan sikap yang perlu
dibangun dalam hidup beragama; yaitu bahwa Tuhan Allah lebih besar
daripada pikiran manusia. Itu sebabnya jika ada hal yang tidak sesuai
keinginannya berkaitan dengan karya Tuhan Allah, manusianya yang harus
belajar; bukan malah ingin mengarahkan Tuhan Allah dengan pikirannya.
Itu artinya manusia tidak mengikuti kehendak Tuhan Allah, tetapi
mengikuti pikirannya sendiri. Bahkan pikirannya menjadi Tuhan Allah bagi
dirinya.

Oleh karena itu berhati-hatilah. Jangan sampai pikiran yang seakan baik itu
dijadikan sebagai Tuhan. Siapa tahu Tuhan menghendaki yang berbeda
dan itu artinya kehendak Tuhan pasti lebih baik daripada yang dipikirkan manusia.

Selamat berefleksi.
Tetap jaga kesehatan jiwa dan raga
Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan